Siswa SMA SMP Abdya Mulai Sekolah


Foto: analisisnews.com/agus
TINJAU KESIAPAN: Wakil Bupati Abdya, Muslizar MT didampingi Sekda Drs Thamrin Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Jauhari SPd, Kepala Dinas Kesehatan, Safliati SST Mkes saat meninjau kesiapan sekolah dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar ditengah pandemi Covid-19, Senin (13/7/2020).
 

BLANGPIDIE-Para siswa SMA dan SMP sederajat dalam Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Senin (13/7/2020) mulai mengikuti aktivitas belajar mengajar secara tatap muka di sekolah. Namun, tidak semua jenjang pendidikan melakukan aktivitas belajar mengajar secara tatap muka selama pandemi Covid-19 ini.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Abdya, Jauhari SPd mengatakan, belum semua jenjang pendidikan memulai aktivitas belajar mengajar di tahun ajaran baru ini. Tahap awal SMA sederajat dan SMP sederajat yang diperkenankan untuk belajar secara tatap muka di sekolah, sedangkan siswa SD masih tetap belajar di rumah. Hal itu berdasarkan surat Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan serta Menteri Dalam Negeri RI, nomor 01/KB/2020, nomor 516 tahun 2020, nomor HK.03.01/Menkes/363/2020, nomor 440-882 tahun 2020 tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran pada tahun ajaran 2020/2021 dan tahun akademik 2020/2021 di masa pandemi Corona virus disease (Covid-19), bahwa pelaksanaan sekolah secara tatap muka dilakukan secara berjenjang dan dimulai dari jenjang tertinggi. Untuk 13 Juli 2020 pelaksanaannya adalah untuk SMA sederajat dan SMP sederajat, sedangkan untuk SD/MI termasuk TK dilaksanakan pada bulan September 2020 mendatang.

Dijelaskan, meski telah dibolehkan belajar mengajar secara tatap muka untuk SMA dan SMP sederajat, pelaksanaan proses belajar mengajar ditengah pandemi Covid-19 tetap mengacu pada aturan protokol kesehatan. Untuk satu kelas hanya boleh 18 siswa dengan sistem belajar bergiliran. Meja dan kursi siswa diletakan secara berjauhan dengan jarak yang telah ditentukan, mengenakan masker baik guru maupun siswa, mencuci tangan, menjaga kebersihan dan setiap siswa wajib mengikuti pengecekan suhu tubuh sebelum memasuki ruang kelas untuk belajar.

“Harus menjaga jarak, pakai masker, mencuci tangan dan mengikuti pengecekan suhu tubuh. Aturan ini diterapkan disetiap sekolah tanpa kecuali, agar proses belajar mengajar tetap aman dari ancaman Covid-19,” ujarnya disela-sela kunjungan ke sejumlah sekolah mendampingi Wakil Bupati, Muslizar MT, Sekda Drs Thamrin serta Kepala Dinas Kesehatan, Safliati SST, Mkes.

Wakil Bupati Abdya, Muslizar MT secara terpisah mengingatkan pihak sekolah untuk betul-betul serius dan tidak main-main dalam menerapkan aturan protokoler Covid-19 di sekolah, sehingga tidak berdampak buruk bagi semua kalangan. Di samping itu, pihaknya juga  akan terus memantau jalannya proses belajar mengajar secara tatap muka dimasa Pandemi Covid-19 guna memastikan kesiapan sekolah terkait penyediaan kelengkapan pendukung penerapan protokol kesehatan.  Protokol kesehatan menjadi hal penting untuk diterapkan selama proses belajar mengajar secara tatap muka berlangsung. Intinya, sekolah harus menyiapkan perlengkapan pendukung, seperti masker, tempat mencuci tangan termasuk mensosialisasikan kepada siswa untuk selalu menjaga jarak dan tidak melepas masker serta menjaga kebersihan.

Sementara itu, Rusli Ama guru SDN 8 Kuala Batee  mengatakan, memasuki tahun ajaran baru 2020/2021 kegiatan belajar mengajar telah dimulai, namun hal itu hanya berlaku untuk SMP sederajat dan SMA sederajat. Sedangkan untuk siswa tingkat SD, TK dan PAUD tetap berlajar di rumah, mengingat masih dalam pandemi Covid-19.

“Kami para guru SD tetap hadir ke sekolah, hanya saja para siswa yang belajar di rumah hingga September mendatang,” paparnya.

Ditambahkan, meski tidak belajar di sekolah, peran orang tua sangat penting dalam mendampingi anak mereka untuk tetap belajar di rumah serta mengawasi setiap kegiatan mereka di luar rumah. Sebab, masih banyak hal yang berbau positif yang bisa dilakukan anak dibawah pengawasan orang tua, sehingga anak tidak mengalami kejenuhan serta tetap terhindar dari serangan virus Covid-19.

“Orang tua tetap harus melakukan kebiasaan yang selalu diterapkan saat bersekolah. Misalnya, anak harus bangun pagi, mandi, sarapan, dan bersiap-siap untuk ke sekolah,” terangnya.

Setelah anak menyelesaikan sarapannya, orang tua bisa meminta anak untuk mulai belajar sampai waktu istirahat tiba. Sebaiknya ikuti jadwal pelajaran seperti di sekolah, misalnya jika pukul 08.00 WIB anak biasanya belajar tentang kesenian di sekolah, maka lakukan hal yang sama di rumah. Hal ini tentu membuat anak tetap disiplin meskipun ada di rumah. Ingatkan anak, meski mereka berada di rumah, bukan berarti mereka bisa bersantai dan bermain sepanjang hari. Anak juga memiliki tanggung jawab yang harus diselesaikan yaitu belajar atau menyelesaikan tugas sekolah.

“Kami selaku guru juga akan memantau kegiatan siswa selama belajar di rumah,” tuturnya yang juga Ketua Koalisi Barisan Guru Bersatu (Kobar-GB) Abdya.(ag)