Diduga Terlibat Penggelapan Uang, Oknum Anggota DPRK Abdya Dipolisikan

Ketua YARA Perwakilan Abdya, Miswar SH

BLANGPIDIE-AS oknum anggota DPRK Aceh Barat Daya (Abdya), secara resmi dilaporkan oleh Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Abdya ke Polda Aceh terkait dugaan keterlibatannya dalam kasus penggelapan uang yang dilakukan RS alias Vina oknum karyawan BRI Cabang Blangpidie yang saat ini sedang dalam penanganan penyidik Polres Abdya.

Ketua YARA Perwakilan Abdya, Miswar SH kepada wartawan Selasa (14/7/2020) dalam siaran persnya mengatakan, oknum anggota DPRK Abdya itu diduga ikut terlibat dalam kasus penggelapan uang yang dilakoni oleh RS alias Vina.  AS dilaporkan atas dugaan telah menggelapkan uang kliennya atas nama Zahraini (58) warga Desa Geulumpang Payong, Kecamatan Blangpidie, Abdya sebanyak Rp 300 juta yang dikirim langsung ke nomor rekening atas nama AS. Hal itu dikuatkan dengan bukti kwitansi penyetoran uang.

“AS diduga ikut terlibat dalam menggelapkan uang klien kami  atas nama Zahraini yang  dibuktikan dengan kwitansi dan juga mengkonfirmasi bukti penyetoran kepada AS,” paparnya.

Disebutkan, pada tanggal 26 Februari 2020 lalu, RS mendatangi rumah kliennya yakni Zahraini untuk menawarkan pogram baru yang katanya dibuat oleh Kanwil BRI Aceh. Namun pada hari yang sama Vina menelpon AS untuk berbicara dengan korban, agar korban yakin terhadap apa yang disampaikan Vina. Saat RS alias Vina menawarkan pogram itu, kliennya sempat menolak.

“Namun waktu itu RS alias Vina menghubungi AS untuk meyakinkan klien kami agar ikut program yang ditawarkan oleh pelaku,” terangnya.

Terhadap dugaan penipuan itu, korban merasa dirugikan dan melayangkan laporan ke Polda Aceh dengan nomor STTLP/195/VII/YAN.2.5/2020 SPKT yang diterima langsung oleh Iptu Musafir anggota PA SIAGA II di Polda Aceh dan didampingi kuasa hukumnya YARA Perwakilan Abdya.

YARA berharap, Polda Aceh dan Polres Abdya dapat menjerat siapa saja yang terlibat dalam kasus dugaan penipuan yang dilakukan oleh RS oknum karyawan Bank BRI cabang Blangpidie, sehingga siapapun yang ikut menikmati aliran uang yang digelapkan oleh RS alias Vina bisa dihukum dengan setimpal.

“Kami berharap Polda Aceh maupun Polres Abdya agar membuka dengan jelas siapa saja yang terlibat dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan yang dilakukan RS alias Vina,” harapnya.

Diberitakan sebelumnya, kasus yang melibatkan oknum karyawan kontrak BRI ini telah masuk dalam tahap penyidikan, pasca Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Abdya mengamankan pelaku tunggal yakni  RS alias Vina pada Sabtu (4/7/2020) lalu sekira pukul 05.00 WIB di Desa Bebangka, Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah. 

Berdasarkan keterangan awal dari enam korban yang melapor ke Mapolres Abdya sejak tanggal 3-7 Juli 2020, diketahui kerugian materil atas modus operandi tersebut mencapai Rp.6,3 miliar. Rata-rata korban diiming-imingi dengan pemberian hadiah dari uang yang diminta oleh pelaku dalam hal bentuk deposit dan berbagai modus lainnya.

Selain mengamankan pelaku, polisi juga telah mengamankan beberapa barang bukti seperti lima buah kartu ATM BRI, satu unit EDC (Electronic Data Capture) BRI, satu exemplar laporan transaksi/rekening koran atas nama AS, uang tunai sebanyak Rp.1.841.000, satu buah buku rekening BRI Syariah atas nama SR, satu buah Id Card BRI atas nama pelaku, tiga unit telepon genggam berbagai merk terkenal termasuk satu unit mobil mewah warna putih yang diketahui merupakan milik pelaku.(ag)