Stok Berlimpah, Harga Gabah di Abdya Mulai Turun


Foto: analisnews.com/agus
GABAH KERING: Petani di Kecamatan Tangan-Tangan, Abdya menimbang gabah kering panen untuk dijual ke agen pengepul, Selasa (14/7/2020).

BLANGPIDIE-Harga gabah kering panen di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) perlahan mulai turun. Semula harga gabah berkisar antara Rp.5.000-5.300 per kg. Harga tersebut beranjak turun pasca banyaknya petani yang telah memasuki masa panen, sehingga persediaan gabah berlimpah.

Misbar petani di Kecamatan Tangan-Tangan Selasa (14/7/2020) mengatakan, saat ini harga gabah kering panen di tingkat agen pengepul berkisar antara Rp.4.800-4.900 per kg. Harga tersebut juga akan disesuaikan dengan kualitas gabah. Kondisi tersebut tidak jauh berbeda dengan harga gabah disaat panen padi di musim tanam tahun lalu. Jika kondisi gabah kurang baik, yakni dengan bulir padi yang kehitaman, para agen pengepul tidak berani menampung gabah dimaksud.

“Para agen khawatir jika membeli gabah yang bercampur warna hitam, tentu akan berpengaruh pada kualitas beras yang dihasilkan,” ujarnya.

Setiap hari perubahan harga gabah tetap terjadi, kondisi itu membuat sebagian besar petani yang belum memanen menjadi resah. Akibat terus turunnya harga jual gabah, petani mengaku rugi dan dikhawatirkan tidak cukup untuk membiayai musim tanam berikutnya nanti. Harga jual gabah tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan petani mulai dari proses penggarapan lahan hingga memasuki masa panen.  Banyak juga petani yang tidak mendapatkan hasil begitu sempurna, misalnya musim lalu mendapat dua ton lebih untuk 1/3 hektare tapi musim ini justru dibawah dua ton.

Dengan kondisi harga gabah yang terus turun, beberapa agen pengepul  banyak mengincar hasil panen padi di Kabupaten Abdya. Mereka berasal dari berbagai daerah, seperti Aceh Selatan, Nagan Raya dan sejumlah daerah lain termasuk agen dari Sumatera Utara. 

Muhib  petani lainnya memperkirakan harga masih akan terus turun seiring dengan melimpahnya persediaan gabah di tingkat petani. Jika dibandingkan dengan harga gabah di pulau Jawa, harga gabah di Abdya masih lumayan menguntungkan. Penurunan harga gabah ini tentu membuat petani sedih, lantaran nasib baik belum berpihak pada mereka. Petani berharap harganya masih normal, paling tidak dapat menyiapkan modal untuk proses penggarapan lahan mendatang serta persiapan untuk kebutuhan menyambut Hari Raya Idul Adha yang tidak lama lagi.

Akan hal itu petani setempat berharap, Pemkab Abdya bisa ikut andil untuk membantu dan memberikan solusi agar harga gabah di kabupaten setempat hingga bisa stabil serta menguntungkan petani.  Terkadang beberapa petani heran, mengapa harga gabah perhari bisa turun dengan cepat, padahal baru saja panen. (ag)