Diskop UKM Perindag Abdya Gelar Pasar Murah


Foto: analisisnews.com/agus
PASAR MURAH: Masyarakat membeli kebutuhan bahan pokok di pasar murah yang digelar Diskop UKM Perindag Abdya di kompleks Kantor Camat Blangpidie, Selasa (21/7/2020)

BLANGPIDIE-Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag) kabupaten setempat bekerja sama dengan Dinas Perdagangan Provinsi Aceh menggelar pasar murah selama empat hari berturut-turut.

Kepala Diskop UKM Perindag Abdya Azhar ST kepada wartawan, Selasa (21/7/2020) mengatakan, pasar murah tersebut digelar untuk meringankan beban masyarakat yang berpenghasilan menengah ke bawah. Selain itu juga untuk menjaga ketersediaan dan kestabilan harga bahan pokok masyarakat. Pelaksanaannya dilakukan pada empat kecamatan dalam kabupaten setempat yakni di Kecamatan Tangan-Tangan, Blangpidie, Babahrot dan Kecamatan Susoh yang dimulai dari Senin (20/7/2020) sampai Kamis (23/7/2020) mendatang.

“Pasar murah ini untuk membantu masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah akibat penyebaran Covid-19 juga dalam rangka menyambut hari Raya Idul Adha 1441 hijriah yang jatuh pada Jumat tanggal 31 Juli 2020 mendatang,” paparnya.

Dasar pelaksanaan pasar murat itu yakni surat Plt Gubernur Aceh nomor 510/9496 tanggal 7 Juli 2020 tentang pelaksanaan pasar murah atau operasi pasar se-Aceh dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah. Dalam pelaksanaanya, Disperindag Aceh bersama Bulog Divre Aceh bekerja sama dengan Diskop UKM Perindag Abdya juga Bulog Blangpidie dengan sumber anggaran dari Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) tahun 2020.

Masyarakat yang akan berbelanja diberikan kupon tetap mengikuti protokol kesehatan, menjaga jarak, menyediakan tempat sabun cuci tangan, hand sanitizer, tisu dan selalu menggunakan masker. Melalui program pasar murah ini, Abdya mendapat jatah bahan pokok berupa beras sebanyak 16.000 kg, gula pasir 11.000 kg, minyak goreng 10.000 liter, tepung terigu 3000 kg dan telur ayam sebanyak 71.310 butir. Masing-masing bahan pokok itu sudah disubsidi, seperti beras disubsidi Rp.3000 per kg, minyak goreng Rp.3000 per liter, tepung terigu Rp.3000 per kg, gula pasir Rp.3000 per kg dan telur ayam disubsidi Rp.250 per butir.

Mereka akan mendapatkan harga jual bahan pokok tersebut sesuai dengan ketentuan dari Bulog, yakni beras Rp.128.000 per sak isi 15 kg, minyak goreng Rp.24.000 per 2 liter, gula pasir Rp.19.000 per 2 kg, tepung terigu Rp.8000 per kg dan telur ayam Rp.42.000 per papan isi 30 butir. 

Lebih lanjut dikatakan, masyarakat akan mendapatkan jatah masing-masing satu kupon dengan maksimal pembelian beras 15 kg, minyak goreng 2 liter, gula pasir 2 kg, tepung terigu 1 kg dan telur sebanyak satu papan. Dia berharap, dengan terlaksananya pasar murah itu, akan mengurangi beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan bahan pokok. Apalagi beberapa item bahan pokok tersebut sangat dibutuhkan untuk persiapan menyambut Idul Adha 1441 Hijriah.(ag)