Polisi Sita Puluhan Aset Milik Oknum Karyawan Kontrak BRI Blangpidie


Foto: analisisnews.com/agus
KETERANGAN PERS: Kapolres Abdya AKBP Muhammad Nasution SIK didampingi Wakapolres Kompol Zainuddin SPd, Kabag Ops AKP Haryono SE dan Kasat Reskrim AKP Erjan Dasmi, Rabu (22/7/2020) sore memberikan keterangan Pers terkait kasus dugaan penipuan dan penggelapan di Mapolres setempat. 

BLANGPIDIE-Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Aceh Barat Daya (Abdya) kembali menyita barang bukti berupa puluhan aset milik RS alias Vina Karyawan Kontrak pada BRI Cabang Blangpidie yang diduga melakukan penipuan dan penggelapan uang nasabah hingga mencapai miliaran rupiah.

Kapolres Abdya AKBP Muhammad Nasution SIK didampingi Wakapolres Kompol Zainuddin SPd, Kabag Ops AKP Haryono SE dan Kasat Reskrim AKP Erjan Dasmi, Rabu (22/7/2020) sore dalam jumpa pers menerangkan, barang bukti tambahan ini disita setelah dilakukan pemeriksaan lebih dalam terhadap tersangka RS yang diduga melakukan penipuan dan penggelapan uang dari korbannya hingga mencapai Rp.9,9 miliar. Sejumlah barang bukti yang disita itu bernilai Rp.1,7 miliar.  RS telah menghabiskan uang untuk membeli dua unit mobil mewah, tujuh unit sepeda motor, enam unit TV LED dan sebatang emas atam seberat 50 gram. Kemudian juga membeli perlengkapan rumah berupa kulkas, mesin cuci, dispenser dan oven listrik masing-masing satu unit. Selain itu, juga membelanjakan untuk lima unit telepon genggam berbagai merk terkenal, satu unit EDC BRI, dua unit sepeda lipat dan dua buah gelang perhiasan emas serta uang tunai Rp.3.358.000. 

Disamping menyita barang-barang hasil dugaan penipuan itu, polisi juga telah mengamankan dokumen pendukung lainnya berupa lima lembar kartu ATM, tiga lembar STNK, dua lembar BPKB, satu lembar buku BRI Syariah, tujuh lembar kwitansi, satu examplar rekening koran dan satu buah ID Card BRI. Dari total miliaran rupiah yang digelapkan tersangka, Rp.4,3 miliar sudah dikembalikan kepada beberapa orang korban. Sedangkan untuk Rp.3,9 miliar lagi, masih dalam pengembangan pihak penyidik Polres Abdya.

“Dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan ini, kami telah mengumpulkan barang bukti tambahan yang jika ditotal mencapai Rp.1,7 miliar. Untuk sisa sekian miliar itu sedang diselediki oleh anggota. Nanti kalau ada perkembangan lebih lanjut, akan kami informasikan kembali,” paparnya.

Lebih lanjut dia menyebutkan, bahwa dalam kasus dugaan penggelapan ini, pihaknya telah meminta keterangan dari 29 orang saksi yang terdiri dari kalangan anggota DPRK, pedagang termasuk salah satu pensiunan bank yang juga menjadi korban. Saat ini, total korban yang sudah melapor sebanyak 24 orang. Pihaknya akan terus mendalami kasus tersebut termasuk menelusuri bukti-bukti lainnya agar kasus ini bisa segera dilimpahkan.(ag)