Pastikan Kestabilan Harga Jelang Lebaran, Bupati Aceh Besar Tinjau Pasar Lambaro

FOTO: Bupati Aceh Besar, Ir. H Mawardi Ali bersama unsur Forkopimda setempat mendengarkan penjelasan Kabid Peternakan dan Keswan Dinas Pertanian Aceh Besar, Eva Fitriani, saat meninjau Rumah Potong Hewan di kawasan Pasar Lambaro Aceh Besar, Rabu (29/7/2020).

KOTA JANTHO – Untuk memastikan kestabilan harga barang menjelang lebaran Idul Adha 1441 H tahun 2020, Bupati Aceh Besar Ir. H Mawardi Ali bersama unsur Forkopimda setempat meninjau pasar induk lambaro Aceh Besar, Rabu (29/7/2020) pagi.

Turut hadir dalam peninjauan itu, diantaranya Dandim 0101/BS Kol Inf Abdul Razak Rangkuti SSos, unsur kepolisian Polres Aceh Besar, para kepala OPD dan unsur terkait lainnya.

Bupati Aceh Besar, Ir. H Mawardi Ali mengatakan, setelah dilakukan pemantuan bahwa harga barang di pasar Induk Lambaro masih stabil dan sama seperti harga barang pada lebaran-lebaran sebelumnya. Hanya saja, kali ini daya beli berkurang akibat pengaruh pandemi virus corona (Covid-19).

“Hari ini Bupati Aceh Besar bersama Forkompinda bersama jajaran pemerintah meninjau pasar induk Lambaro untuk pengecekan harga terhadap beberapa barang pokok dalam rangka menghadapi Idul Adha 1441 Hijriah. Hasil pemantauan di pasar induk lambaro ini,  kita memperoleh data bahwa harga semuanya stabil. Tidak ada kenaikan,” kata Bupati.

Lebih lanjut, Bupati mengharapkan, aktivitas pasar ditengah pandemi Covid-19 ini dapat dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan. “Mudah mudahan Covid ini bisa selesai, dan aktivitas di pasar para pedagang ini berjalan lancar,” harapnya.

Meskipun demikian, Bupati Aceh Besar mengaku bangga, bahwa harga barang kebutuhan pokok di pasar Lambaro tersebut dapat dipertahankan kestabilannya dan persediaan barang pun dipastikan terpenuhi dan dapat memenuhi semua kebutuhan masyarakat.

Semetara itu, terkait harga daging Meugang di pasar Induk Lambaro, Bupati Aceh Besar Ir. H Mawardi Ali mengungkapkan bahwa berdasarkan pantauannya, harga daging masih stabil yakni berkisar Rp. 140.000 sampai Rp. 150.000 per kilogram. “Jadi ini adalah harga yang standar tidak ada kenaikan atau turun, sama seperti hari raya sebelumnya,” ujar Bupati.

Menyikapi bahwa Aceh Besar sebagai lumbung daging dan dapat memenuhi beberapa daerah tetangganya, Bupati Mawardi Ali mengatakan, pendistribusian daging ke masyarakat Aceh Besar dan sejumlah daerah seperti Banda Aceh, Sabang , bahkan Aceh Jaya berjalan lancar. “Berjalan lancar dan terjadi kestabilan harga dengan baik,” ungkapnya.

Usai melakukan pemantauan harga Sembako di pasar Lambaro, lalu Bupati bersama rombongan forkopimda melanjutkan peninjauan ke Rumah Potong Hewan (RTH) yang juga berdekatan dengan pasar Lambaro.

Di RTH ini, Bupati juga meninjau alat pemotong hewan memastikan bahwa proses pemotongan sesuai dengan standar kesehatan dan standar Covid-19. Disamping itu, proses pemotongan juga dilakukan dengan higienis sesuai syariat islam.

“Kita berharap kepada masyarakat yang memotong hewan, itu sebaiknya dianjurkan memotong hewan di Rumah Pootng Hewan, karena disamping dijamin kesehatannya juga memenuhi standar Covid-19,” ujarnya.

Meskipun demikian, Bupati juga mempersilahkan masyarakat untuk memotong hewan di desa-desa atau masjid sesuai dengan protokol kesehatan. “Kalau senadainya melakukan pemotongan di desa-desa, di masjid-masjid silahkan tetapi tetap menjaga protocol kesehatan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Besar, Eva Fitriani mengatakan, sebelum dilakukan pemotongan hewan di RTH tersebut, terlebih dahulu dicek kesehatannya dan diberi tanda berupa kalung SEHAT.

“Kami juga ada tim yang turun ke lapangan untuk memeriksa kesehatan hewan. Apabila sehat, sudah ada lisensi sehata maka langsung di potong disana,” ungkapnya.

Sementara, untuk pemotongan di RTH, Eva Fitriani mengungkapkan bahwa biaya pemotongan hanya dikenakan Rp. 30.000 per ekor. (red)