Kasus Covid di Abdya Meningkat, Warga Diminta Tak Panik

Kepala Sekretariat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Abdya, Amiruddin

BLANGPIDIE-Seiring meningkatnya angka kasus penderita virus Covid-19 di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Gugus Tugas Covid-19 Abdya meminta kepada seluruh masyarakat kabupaten setempat untuk tidak panik terhadap kondisi dimaksud.

Kepala Sekretariat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Abdya, Amiruddin Rabu (5/8/2020) mengatakan, melihat perkembangan kasus Covid-19 di Abdya yang telah mencapai 23 kasus tersebut, dia mengingatkan agar semua pihak ikut berpartisipasi untuk mencegah penularan Covid-19 agar tidak semakin meluas.  Masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari kerumunan, serta lebih disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan.

“Waspada itu merupakan kewajiban bersama, panik jangan. Jangan langsung kaget ketika melihat angka penderita yang meningkat, akan tetapi harus mawasdiri dengan menerapkan protokol kesehatan,” ujarnya.

Ditambahkan, masyarakat memang patut waspada dengan kondisi saat ini, tapi juga tidak boleh panik. Kenapa tidak perlu panik, karena sebenarnya corona ini sama seperti gejala-gejala umumnya influenza. Bagi orang yang imunitasnya bagus, atau dia terjaga, staminanya tidak akan ada masalah. Salah satu bentuk kewaspadaan yang bisa dilakukan warga adalah dengan menjaga interaksi dengan lingkungan. Menurutnya, penggunaan masker dan rutin cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer adalah salah satu cara paling mudah dalam memutus mata rantai penyebaran virus tersebut.

“Kami sangat menyangkan, bahwa masih ada kalangan masyarakat yang menilai bahwa penyebaran virus ini adalah hoax. Semoga saja dengan gencarnya sosialisasi dan upaya yang kami lakukan, akan membuat mereka paham, bahwa keberadaan virus ini tidak main-main dan perlu kerjasama yang baik dalam penanganannya,” tuturnya.

Berbagai upaya akan terus dilakukan pihaknya, salah satunya dengan mengaktifkan posko Covid-19 di setiap kecamatan. Nantinya posko kecamatan dimaksud akan memantau setiap perkembangan di masing-masing desa dalam wilayah kecamatannya. Begitu juga dengan posko di tingkat desa, tetap memainkan peran yang sama. Selain itu, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pimpinan serta instansi terkait lainnya, tentang aktivitas keramaian warga di warung-warung, objek wisata dan lokasi lainnya.

“Meningkatnya kasus covid di Abdya dan ditutupnya pelayanan Rumah Sakit Umum Tengku Peukan (RSUTP) Abdya untuk sementara waktu, harusnya menjadi evaluasi bagi diri masing-masing terutama dalam hal penerapan protokol kesehatan. Kami ingatkan lagi,gunakan masker, rajin cuci tangan, jauhi keramaian dan jaga kesehatan,” imbuhnya.(ag)