Aceh Besar Sangat Serius Menangani Covid-19

Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Aceh Besar, Anita SKM, M.Kes

KOTA JANTHO – Menanggapi komentar warga masyarakat yang mengatakan penanganan Covid-19 di Aceh Besar tidak jelas arah, Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Aceh Besar, Anita SKM, M.Kes menegaskan bahwa penganganan Covid-19 di daerah itu dilakukan dengan sangat serius.

“Ada yang mengatakan bahwa Aceh Besar Gagal, saya katakan bahwa Aceh Besar tidak gagal menangani Covid-19.  Mungkin kabupaten lain belum pernah melakukan SWAB kepada masyarakatnya, tetapi Aceh Besar siap melakukan SWAB terhadap 2000 penduduk dari berbagai unsur,” kata Anita usai menghadiri peresmian ruang Penyakit Infeksi Emerging dan Remerging (Pinere) RSUD Aceh Besar, Minggu (16/8/2020).

Lebih lanjut dia mengatakan, tujuan dilakukan SWAB kepada masyarakat agar cepat diketahui mana orang yang positif atau tidak.
“Itu upaya kita menindaklanjuti penanganan Covid-19 ini. Jadi Aceh Besar serius menangani virus ini,” katanya.

Disisi lain, Anita mengatakan,
rata-rata masyarakat tidak bisa menerima di desanya ada orang yang sudah positif Covid-19.
Padahal dari awal, katanya, Plt Gubernur Aceh dan Bupati Aceh Besar sudah mengeluarkan instruksi di desa dan kecamatan untuk membuat ruang isolasi di desa masing-masing, apabila ada orang yang dikategorikan orang tanpa gejala  (OTG) Covid-19.

Anita mengungkapkan, beberapa waktu lalu sudah ada surat dari Plt. Gubernur Aceh, yaitu tanggal 15 Agustus, seluruh kabupaten/kota sudah menyiapakan ruang isolasi bagi OTG yang berdekatan dengan RSUD. “Artinya dengan surat ini, yang sudah positif bukan ditempatkan di gunung, tapi ditempatkan di masing-masing desa yang ada di kabupaten Aceh Besar,” ungkapnya.

Selanjutnya, kata Anita, masing-masing desa dan kecamatan harus menyediakan tempat ruang isolasi bagi OTG. Sehingga, kalau sewaktu-waktu ada gejala bagi yang bersangkutan,  petugas Puskesmas maupun Rumah Sakit bisa menjemput orang tersebut untuk dirawat di Rumah Sakit.

Anita juga mengharapkan kepada masyarakat agar mnghilangkan stigma jelek terhadap orang yang positif Covid-19. Bila semua pihak mematuhi protokol kesehatan, maka penyebaran Covid-19 bisa diantisipasi.

“Harus kita ketahui bersama, bahwa sekarang ini bukan menjelekkan orang yang sudah positif. Tetapi harus menjaga bersama dan mengisolasi agar tidak menyebar virus tersebut. Yang harus dilakukan adalah mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, cuci tangan pakai sabun, jaga jaran dan lainnya,” ujar Anita. (red)