Bupati dan Forkopimda Aceh Besar Ziarahi Makam Laksamana Keumala Hayati

Bupati Aceh Besar Ir H Mawardi dan Wabup Tgk H Husaini A Wahab bersama Forkopimda melakukan ziarah makam pahlawan nasional Laksamana Keumala Hayati di Gampong Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Minggu (16/8/2020).

KOTA JANTHO – Dalam rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-75, Bupati Aceh Besar Ir H Mawardi Ali bersama Wabup Tgk H Husaini A Wahab dan Forkopimda setempat, menziarahi makam pahlawan nasional Laksamana Keumala Hayati di Gampong Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar, Minggu (16/8/2020) pagi.

Hadir dalam kesempatan itu, unsur OPD, Kakankemenag Aceh Besar H Abrar Zym, Ketua TP-PKK Aceh Besar Hj Rahmah SH, Muspika Mesjid Raya, dan tokoh-tokoh masyarakat.

Di lokasi makam Pahlawan Nasional wanita pemberani itu, Bupati dan Forkopimda berdoa dan menabur bunga. “Jasa dan perjuangan para pahlawan kita tersebut harus selalu kita kenang dan teladani,” ungkap Ir Mawardi Ali.

Penyerahan bingkisan kepada keluarga Pahlawan Nasional Keumala Hayati

Sebelum menabur bunga, Bupati dan unsur Forkopimda juga menggelar upacara penghormatan kepada Pahlawan Nasional itu di lereng pintu masuk makam. Lalu, rombongan bergerak sekitar 40 meter ke arah bukit yang merupakan tempat makam Keumala Hayati, untuk menabur bunga dan menyerahkan bingkisan kepada keluarga Pahlawan.

Ziarah ini, kata Bupati, untuk memberi semangat kepada para pemuda dan pemudi, untuk menjadi pahlawan. Apalagi, kondisi saat ini bisa memberikan semangat untuk menjadi pahlawan ditengah Pandemi Covid-19 yang sedang melanda dunia.

Laksamana Keumala Hayati ditetapkan sebagai pahlawan nasional oleh Pemerintah Republik Indonesia sejak tahun 2017 lalu.
Di masa hidupnya, Laksamana Keumala Hayati dikenal sebagai wanita yang menjadi Panglima Angkatan Laut, Kadis Rahasia Kerajaan, dan Protokol Istana masa kerajaan Aceh dipimpin oleh Sultan Saidil Mukamil Alauddin Riayatsyah (1588-1604).

Beliau juga menghimpun para janda untuk melawan Portugis dan Belanda. Selanjutnya, para janda itu mendirikan sebuah benteng yang diberi nama Benteng Inong Balee. (Barlian)