Aktivitas Belajar Mengajar di Abdya Kembali Dimulai

Ilustrasi

BLANGPIDIE-Kegiatan belajar mengajar (KBM) di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) kembali dimulai. Sebelumnya aktivitas belajar secara tatap muka tingkat SMP dan SMA sederajat di kabupaten itu sempat diliburkan dan disarankan belajar di rumah lantaran meningkatnya angka penderita Covid-19. Namun pada Senin (24/8/2020) kemarin, KBM di seluruh SMP dan SMA sederajat kembali dimulai berdasarkan Instruksi Bupati Abdya Nomor 423/940/2020 tentang pembelajaran tatap muka  pada satuan pendidikan di lingkungan Pemkab setempat.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Abdya, Jauhari Selasa (25/8/2020) mengatakan, proses kegiatan belajar mengajar di sekolah tetap berpedoman pada peraturan perundang-undangan terutama Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri RI Nomor 01/KB/2020, Nomor 516 tahun 2020, Nomor HK 03.01/Menkes/363/2020, Nomor 440-882 tahun 2020 tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi Covid-19 dengan mengutamakan kesiapan sekolah sesuai dengan protokol kesehatan yang ketat dan termonitor dengan membudayakan pola hidup bersih dan sehat dalam rangka pencegahan dan pengendalian Covid-19.

“SD sederajat dan TK, sementara waktu masih belajar di rumah sampai adanya informasi selanjutnya,” ujarnya.

Meski telah dibolehkan belajar mengajar secara tatap muka untuk SMA dan SMP sederajat, pelaksanaan proses belajar mengajar ditengah pandemi Covid-19 tetap mengacu pada aturan protokol kesehatan. Untuk satu kelas hanya boleh diisi maksimal 18 siswa dengan sistem belajar bergiliran. Meja dan kursi siswa diletakan secara berjauhan dengan jarak yang telah ditentukan, mengenakan masker baik guru maupun siswa, mencuci tangan, menjaga kebersihan dan setiap siswa wajib mengikuti pengecekan suhu tubuh sebelum memasuki ruang kelas untuk belajar.

“Tetap harus menjaga jarak, pakai masker, mencuci tangan dan mengikuti pengecekan suhu tubuh. Aturan ini diterapkan disetiap sekolah tanpa kecuali, agar proses belajar mengajar tetap aman dari ancaman Covid-19,” katanya.

Ditambahkan, pihak sekolah untuk betul-betul serius dan tidak main-main dalam menerapkan aturan protokoler Covid-19 di sekolah, sehingga tidak berdampak buruk bagi semua kalangan. Di samping itu, pihaknya juga  akan terus memantau jalannya proses belajar mengajar secara tatap muka dimasa Pandemi Covid-19 guna memastikan kesiapan sekolah terkait penyediaan kelengkapan pendukung penerapan protokol kesehatan.

Protokol kesehatan menjadi hal penting untuk diterapkan selama proses belajar mengajar secara tatap muka berlangsung. Intinya, sekolah harus menyiapkan perlengkapan pendukung, seperti masker, tempat mencuci tangan termasuk mensosialisasikan kepada siswa untuk selalu menjaga jarak dan tidak melepas masker serta menjaga kebersihan.(ag)