Irigasi Krueng Pantoe Jebol, Ratusan Hektare Sawah Terancam Kekeringan


Foto: analisisnews.com/agus
RUSAK PARAH: Irigasi teknis yang berada di kawasan Desa Krueng Panto, Kecamatan Kuala Batee, Abdya kembali jebol dan rusak parah pascadihantam derasnya air sungai desa setempat, Rabu (26/8/2020).

BLANGPIDIE-Irigasi teknis yang berada di kawasan Desa Krueng Pantoe, Kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) kembali jebol pascadihantam derasnya air sungai desa setempat. Akibatnya, suplai air ke ratusan hektare areal persawahan melalui irigasi dimaksud menjadi terganggu, bahkan ratusan hektare sawah yang berada di beberapa lokasi terancam kekeringan.

Keuchik Krueng Pantoe, Mawardi Adaf Rabu (26/8/2020) mengatakan, jebolnya irigasi teknis itu disebabkan kuatnya hantaman arus air. Terlebih dalam beberapa hari terakhir debit air sungai meningkat akibat guyuran hujan dengan intensitas tinggi. Saat ini kondisi irigasi itu sangat parah, bahkan untuk suplai air ke areal persawahan memang tidak bisa dilakukan lagi. Akibat dari jebolnya tanggul dan irigasi tersebut, peranan irigasi kembali tidak berfungsi yang menimbulkan kekhawatiran para petani di Desa Krueng Pantoe dan sejumlah desa lainnya.

Tidak hanya itu, imbas dari jebolnya irigasi dimaksud akan berdampak pada proses penggarapan lahan di musim tanam mendatang. Kalau tidak segera ditangani secara serius, tentu para petani tidak bisa melakukan penggarapan dan penanaman padi.

“Harapan kami, irigasi itu bisa segera dibangun, sebab tidak sedikit areal persawahan yang bergantung dari suplai air melalui irigasi itu,” harapnya.

Secara terpisah Kepala Bidang Pengairan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Sabri SE mengatakan, pembangunan irigasi itu telah diusulkan pada tahun 2021 mendatang dengan anggaran mencapai Rp.1,2 miliar lebih. Bahkan kondisi terkini irigasi juga telah ditinjau secara langsung oleh pihaknya.

“Pembangunan irigasi itu telah kami usulkan, anggarannya Rp.1,2 miliar di tahun 2021 mendatang,” singkatnya.

Seperti diketahui, irigasi teknisKrueng Pantoe tersebut memang kerap dihantam derasnya air. Di tahun 2017 dan 2018 lalu irigasi ini pernah rusak parah akibat hantaman luapan air serta material banjir. Bahkan pada Januari lalu, irigasi dimaksud telah dilakukan perbaikan secara darurat oleh Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Abdya pasca dihantam banjir luapan. Sebelumnya petani setempat juga berpendapat, kalau irigasi tersebut harus diperbaiki secara permanen agar tidak rusak lagi. Apalagi upaya perbaikan secara darurat waktu itu hanya menggunakan karung berisi pasir yang dibantu bambu dan juga pohon pinang sebagai penyanggah. 

Pihaknya juga tidak bisa menjamin kondisi irigasi tersebut akan bertahan lama. Sebab, arus air di sungai kawasan itu lumayan deras apalagi saat musim penghujan. Debit air sangat cepat bertambah, jika hujan mengguyur. Sementara, ketahanan irigasi yang dibuat secara darurat ini tidak sebanding dengan kekuatan irigasi yang buat secara permanen.(ag)