FORBA Buka Usaha Pupuk Organik di Bireuen

BIREUEN – Berkurangnya daya beli para petani terhadap kebutuhan pupuk akibat dampak wabah Covid – 19, saat ini telah melahirkan inspirasi para relawan yang tergabung dalam DPW FORBA Kabupaten Bireuen dengan munculnya inovasi Teknologi Tepat Guna  berupa Produksi Pupuk Organik Cair.

Menurut Ketua DPW FORBA Bireuen, Munawar,  ide dan gagasan membuka usaha produksi pupuk organik cair ini, lebih disebabkan  guna membantu kelompok tani binaan DPW Forba Bireun dalam memehuni kebutuhan pupuk, akibat terbatasnya  kemampuan mereka untuk membeli pupuk dipasaran.

Selain itu, juga dimaksudkan guna mendukung kebijak Pemerintah Aceh dalam bidang Ketahanan Pangan di masa Covid -19 ini yang dicanangkan oleh Plt. Gubernur Aceh Ir. Nova Iriansyah, MT.

“Ini salah satu komitmen  DPW Forba Bireun dalam mendukung  Pemerintah Aceh dalam Program  pembangunan “Aceh Troee’, selain itu juga dipicu oleh keprihatinan kami terhadap kurangnya kemampuan finansial para petani dalam membeli pupuk di pasar,” demikian argumentasi Munawar pada media ini saat menggunjungi dapur produksi, baru-baru ini di Bireuen.

Sementara itu, Alfian Noer Ketua Devisi Pertanian, Perkebunan, Kehutanan dan Lingkungan Hidup DPW FORBA Kab.  Bireun sebagai pelaksana produksi pupuk organik cair menjelaskan,inovasi produksi pupuk organik cair ini dilakukan menggunakan teknologi destilasi dengan pembakaran tempurung kelapa, sehingga menghasilkan cuka kayu atau asap cair. Kemudian hasil

cuka kayu tersebut di campur dengan ekstraksi daun tembakau dan garam mineral dengan  komposisi: 70:30:10, selanjutnya dimixer sampai larutan menyatu. Hasil pencampuran tersebut menghasilkan pupuk organik cair yang siap  dimasukkan dalam kemasan.

Saat ini pupuk organik cair  Produksi FORBA Bireun masih sangat terbatas, hanya 50 liter perharinya, oleh karena itu Munawar sangat berharap bantuan dari pemerintah Aceh.

“Kami sangat berharap perhatian dan bantuan pemerintah Aceh untuk pengembangkan usaha ini, berupa bantuan peralatan produksi yang berkapasitas minimal  500 liter/harinya. Selain itu, pihak Pemerintah Aceh, khususnya Dinas Pertanian Aceh hendaknya dapat membantu pengurusan Izin “Edar hasil produksi pupuk dari Kementerian pertanian RI”, pinta ketua DPP Forba Bireun melalui media ini.

Amatan langsung media ini di lapangan, para anggota kelompok tani binaan DPW Forba Bireun, mengaku menggunakan Pupuk Organik Cair Produksi FORBA Bireun, mampu menghemat 40 persen modal untuk sekali musim tanam padi di kalangan mereka.

Oleh karena itu, sangat dibutuhkan campur tangan Pemerintah Aceh guna mengembangakan  inovasi para Relawan FORBA Bireun ini masa yang akan datang, satu sisi akan membuka lapangan kerja baru bagi para Relawan, disisi lain akan membantu petani dalam  menyukseskan kebijakan Pemerintah Aceh dalam bidang  Ketahahanan Pangan di Aceh. (rel/red)