Petani Abdya Pertanyakan Program Penggarapan Lahan Secara Gratis


Foto: analisisnews.com/agus
BELUM DIGARAP: Beberapa hamparan sawah di Abdya yang masuk dalam program penggarapan lahan secara gratis belum digarap, lantaran masih menunggu kepastian bantuan penggarapan gratis dari pemerintah, Senin (14/9/2020).

BLANGPIDIE-Sejumlah petani yang terdata sebagai penerima manfaat bantuan  penggarapan lahan secara gratis di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mempertanyakan kejelasan proses pelaksanannya program tersebut. Sebab, hingga saat ini belum ada tanda-tanda akan dilakukan proses olah tanah terhadap 1.000 hektare (ha) lahan yang pernah dijanjikan tersebut.

Yakop salah satu Keujrun Blang (tokoh adat sawah) di Kecamatan Tangan-Tangan Senin (14/9/2020) mengatakan, sejumlah hamparan lahan itu masih belum tersentuh oleh mesin pembajak sawah baik itu traktor besar maupun hand traktor. Terkait kondisi itu, para petani mengaku khawatir akan mengalami keterlambatan dalam masa tanam (MT) Gadu tahun 2020. Di lain sisi, beberapa hamparan sawah di Abdya yang tidak termasuk dalam program penggarapan lahan gratis ini, sudah mulai melakukan olah tanah.

“Para petani penerima manfaat mengaku khawatir akan tertinggal dengan areal persawahan yang lainnya. Sebab sampai saat ini kami masih menunggu, kapan lahan itu akan digarap sebagaimana yang dijanjikan dulu,” ujarnya.

Pihaknya bersama dengan kelompok tani lain telah melakukan pendataan dengan mengumpulkan kartu keluarga (KK) bahkan KTP yang akan menerima manfaat penggarapan lahan gratis tersebut.  Sambil meminta identitas mereka, pihaknya sudah menjelaskan kegunaan KK dan KTP itu. Artinya, petani sudah banyak yang tahu kalau lahan itu akan dibajak dengan gratis.

Sejauh ini, dia bersama dengan kelompok tani lainnya belum bisa mengambil kebijakan untuk langsung melakukan olah tanah. Karena, takut beresiko dengan petani nantinya. Pihaknya sudah menghadap Camat untuk melakukan koordinasi terkait program itu, tapi belum juga ada jawaban yang pasti. Saat  berkoordinasi dengan pihak Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpan), pihaknya mengatakan, kalau petani mau melakukan penggarapan lebih dulu boleh, atau menunggu bantuan itu juga boleh.

Secara terpisah, Kepala Distanpan Abdya drh Nasruddin melalui Kabid Produksi, Darwis mengatakan, bahwa ada beberapa petani yang sudah mulai menggarap lahan tanpa menunggu dana bantuan gratis tersebut. Seperti di Kecamatan Babahrot dan beberapa titik di lokasi lainnya.  Akan tetapi, pihaknya tidak memerintahkan atau berupaya menghentikan aktivitas mereka. Karena itu merupakan inisiatif mereka sendiri.

“Kata sejumlah petani kepada kami, ada bantuan atau tidak kami tetap akan menggarap lahan ini,” paparnya.

Dia juga pernah menyarankan kepada petani, kalau mau menunggu dana itu boleh, atau langsung menggarap, nanti dananya segera menyusul. Silahkan pilih mana yang terbaik. Namun pihanya tidak memaksa, jangan sampai nanti Distanpan yang disalahkan karena terlambat dalam MT Gadu tahun ini.

Meski demikian, pihanya terus berupaya untuk menghubungi ke provinsi terkait dengan pelaksanaan pembajakan lahan gratis dalam program ketahanan pangan demi mengurangi dampak Covid-19 ini. Dimana, selain bajak gratis, seribuan hektare lahan itu juga akan dibantu benih padi unggul gratis termasuk memberi pupuk gratis yang bersumber dari APBK, APBA dan APBN. (ag)