Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Abdya Berlangsung Khidmat


Foto: analisisnews.com/agus
FOTO BERSAMA: Unsur Forkompimkab Abdya foto bersama seusai apel peringatan hari Kesaktian Pancasila di halaman kantor bupati setempat, Kamis (1/10/2020).

BLANGPIDIE-Peringatan hari Kesaktian Pancasila di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Kamis (1/10/2020) berlangsung khidmat. Peringatan hari bersejarah itu dikemas dalam upacara pengibaran bendera yang berlangsung di halaman kantor bupati setempat dan bertindak sebagai inspektur apel Dandim 0110/Abdya, Letkol Inf Arip Subagiyo.

Dalam amanatnya disampaikan, sebagai warga negara hingga saat ini masih diberikan kesempatan untuk melakukan refleksi diri. Semua warga mengenal Pancasila sebagai falsafah negara dan ideologi bangsa. Pancasila sebagai akar yang menyambung masa lalu dan masa depan bersama.

“Tapi apa arti Pancasila bagi kita dalam kehidupan sehari hari, apa makna dari pasal-pasal Pancasila bagi seorang pemimpin, seorang pekerja, seorang guru, seorang ibu, dan seorang anak. Hal ini harus dipahami, agar arti Pancasila tertanam dalam diri kita,” ujarnya.

Dikatakan, di masa pandemi seperti sekarang, mungkin terasa sulit membayangkan sisi positif dari bencana yang melanda. Karena pandemi ini, semua kalangan masyarakat secara bersamaan mengalami krisis kesehatan, krisis ekonomi, dan krisis pembelajaran. Tetapi di saat sulit seperti ini, pasal-pasal Pancasila justru terlihat jelas mendarah daging di masyarakat.

“Kalau kita melihat sekeliling kita dengan lebih peka, kita bisa melihat begitu banyak pahlawan Pancasila yang menyalakan lilin-lilin kemanusiaan di lingkungannya masing masing,” tuturnya. 

Ditambahkan, lilin Pancasila terlihat menyala dalam pengorbanan tenaga medis, yang mempertaruhkan nyawanya setiap hari untuk menyelamatkan pasien Covid. Tidak sedikit mahasiswa, yang mengalami kesulitan dengan tantangan pembelajaran daring, menyalonkan dirinya sebagai suka relawan dalam penanganan Covid. Lilin Pancasila juga terlihat menyala di dalam kepemimpinan dimasa krisis.  Pemimpin-pemimpin di sektor pemerintahan dan swasta yang berani mengambil resiko dan bergerak cepat untuk meringankan penderitaan masyarakat. Ribuan pemilik usaha kecil yang mengorbankan labanya agar karyawannya tidak perlu dilepas walaupun pelanggan lenyap. Banyak pemimpin ummat di tempat-tempat ibadah yang mengalangkan dana untuk membantu rakyat yang agamanya berbeda dari dirinya.

“Kita melihat lilin Pancasila menyala saat seniman-seniman se-nusantara, dalam kondisi ekonomi terpukul, masih menyelenggarakan pertunjukan seni secara daring untuk mengingatkan rakyat betapa indahnya Kebhinekaan Indonesia.  Kita melihat lilin Pancasila dinyalakan oleh guru-guru yang mendatangi rumah pelajar di daerah terpencil agar mereka masih bisa belajar,” paparnya.

Lebih lanjut dikatakan, peringatan hari Kesaktian Pancasila ini merupakan wujud penghargaan dan penghormatan kepada para pahlawan yang telah gugur untuk mempertahankan Pancasila, dan juga mengenang kembali pengorbanan para pahlawan revolusi, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman dan bahaya laten komunis.

Selain itu, upacara ini juga sebagai wahana untuk menanamkan keyakinan kepada seluruh warga bangsa Indonesia bahwa Pancasila merupakan pandangan hidup bangsa dan dasar Negara Republik Indonesia yang tidak boleh diubah oleh siapapun.            

Apel peringatan hari Kesaktian Pancasila tersebut juga turut dihadiri Wakil Bupati Abdya, Muslizar MT, unsur forum komunikasi pimpinan kabupaten (Forkompimkab), para asisten, staf ahli, kepala SKPK, PNS, TNI/Polri dan undangan lainnya. Pelaksanaan apel tetap mengacu pada penerapan aturan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19. (ag)