Tak Kenakan Masker, Puluhan Warga Abdya Terjaring Razia


Foto: analisisnews.com/agus
SANKSI: Sejumlah warga pelanggar disiplin hukum protokol kesehatan dikenakan sanksi oleh tim Gugus Tugas Covid-19, Kamis (1/10/2020).
 

BLANGPIDIE-Sebanyak 69 orang terjaring razia makser di kawasan Jalan Nasional Desa Geulumpang Payong Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya). Warga yang terjaring razia tersebut dinilai telah melanggar aturan penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan (Prokes) oleh tim Gugus Tugas Covid-19 kabupaten setempat.

Kepala Sekretariat Tim Gugus Tugas Covid-19 Abdya, Amiruddin Kamis (1/10/2020) mengatakan, razia itu dilakukan sebagai bentuk pembelajaran bagi warga yang masih enggan mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Sejumlah sanksi langsung diberikan kepada pelanggar agar tidak mengulangi lagi kesalahan yang dilakukan.

“Razia gabungan TNI, Polri, BPBK, Satpol PP dan Dinas Perhubungan ini akan terus dilakukan dalam wilayah Abdya guna meningkatkan kesadaran masyarakat,” katanya.

Sejauh ini memang telah banyak warga Abdya yang patuh dan mengenakan masker saat ke luar rumah. Namun ada juga sebagian warga yang hanya membawa masker, tapi tidak mengenakannya. Padahal penggunaan masker juga merupakan salah satu cara memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 di Abdya.

“69 orang yang melakukan pelanggaran, kami berikan sanksi sosial, mulai push up, menyanyikan lagu kebangsaan hingga hafal ayat pendek Alquran,” ujarnya.

Ditambahkan, tujuan dari razia tersebut menurutnya adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Abdya akan pentingnya menjaga kesehatan mereka. Hal itu dibuktikan dengan gencarnya pelaksanaan razia di berbagai tempat yang dilakukan pihaknya. Selain itu, razia rutin penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan (Prokes) oleh Tim Gugus Tugas Covid-19 Abdya dilakukan guna menjalankan Peraturan Bupati  Abdya (Perbup) tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan yang digagas sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Corona Virus Disease 2019.

Selama razia rutin itu diterapkan, tidak hanya masyarakat umum saja yang terjaring  razia, pihaknya juga kerap menertibkan pegawai negeri sipil (PNS) yang dengan sengaja mengabaikan paraturan tersebut. Mereka yang terjaring razia umumnya beralasan lupa membawa masker.

Sementara,  sanksi yang akan dikenakan bagi pelanggar perorangan berupa teguran lisan, teguran tertulis, sanksi sosial, kerja sosial, denda administratif, dan penyitaan sementara kartu tanda penduduk (KTP). Terkait dengan penyitaan sementara KTP dilakukan jika pelanggar protokol kesehatan tidak dapat memenuhi sanksi sosial, kerja sosial, ataupun denda administratif.

Sementara denda bagi pelaku usaha, pengelola, dan penyelenggara atau penanggungjawab tempat, berupa teguran lisan, teguran tertulis, denda administratif, dan penghentian sementara operasional usaha, hingga pencabutan izin usaha. Sanksinya, pelanggar akan menyanyikan lagu nasional dan daerah, membaca surat pendek Alquran bagi yang beragama Islam, dan mengucapkan janji tidak akan mengulangi pelanggaran.

Dalam hal itu juga diatur denda administratif untuk perorangan yang melanggar sebanyak empat kali berturut-turut harus membayar denda Rp.50 ribu yang akan disetor ke kas daerah. Kepada pelaku usaha, akan dilakukan teguran lisan dan terguran tertulis untuk pelanggaran kedua. Untuk pelanggaran ketiga kalinya akan diwajibkan membayar denda sebesar Rp100 ribu dan distor ke kas daerah. Terkait penghentian sementara operasional usaha, hal itu akan diberikan apabila pelanggar tidak dapat memenuhi denda administratif dan khusus sanksi pencabutan izin usaha akan dikenakan jika pelanggaran protokol kesehatan dilakukan sudah lebih dari tiga kali.(ag)