10 Tahun Terakhir, Pohon Digunakan Untuk Penyangga Kabel PLN


Foto : analisisnews.com/agus
KABEL LISTRIK: Kabel listrik milik PLN di kawasan Desa Ladang Tuha II, Kecamatan Lembah Sabil, Abdya disematkan ke pohon-pohon, tanpa tiang penyangga sesuai standar dan resmi, Rabu (7/10/2020).

BLANGPIDIE-Kabel milik Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk mensuplai arus listrik ke rumah-rumah penduduk, di kawasan Desa Ladang Tuha II, Kecamatan Lembah Sabil, Aceh Barat Daya (Abdya), sejak 10 tahun terakhir menggunakan pohon sebagai tiang penyangga. Seharusnya, kabel jaringan listrik aktik itu menggunakan tiang yang sesuai dengan standar yang telah ditentukan.

Keuchik Ladang Tuha II, Hasani Rabu (7/10/2020) mengatakan, sejak 10 tahun terakhir, kabel listrik yang dipasang itu tidak dilengkapi dengan tiang penyangga resmi, namun hanya dicangkok atau disematkan pada pohon yang tumbuh di pinggir jalan milik kabupaten. Akibatnya, disejumlah titik dalam kawasan Desa Ladang Tuha II banyak kabel yang jatuh.  Kondisi itu sangat dikhawatirkan oleh  warga setempat, juga keselamatan perumahan penduduk dari ancaman kebakaran. Apalagi, jatuhnya kabel-kabel tersebut, sudah sangat rendah, hingga anak-anak usia 5 tahun bisa menggapainya.

“Kondisinya sangat membahayakan dan membahayakan warga selaku konsumen, lantaran posisi kabel bisa dijangkau oleh anak-anak,” paparnya.

Seperti halnya di desa-desa lainnya, suplai arus listrik ke rumah-rumah warga, ditunjang dengan tiang penyangga resmi dari beton atau tiang besi. Akan tetapi, di Desa Ladang Tuha II katanya, malah disematkan di batang-batang pohon. Saat angin dan cabang-cabang pohon patah, jatuh menimpa kabel-kabel yang berada di bawah cabang. Akibatnya, kabel melorot ke bawah dan sangat membahayakan keselamatan warga dan rumah mereka.  Dibeberapa lokasi lain, kabel-kabel yang melorot ada yang telah terkelupas dari pengamannya. Saat kabel itu bersentuhan dengan dahan dan daun tanaman di pekarangan rumah warga, terjadilah percikan api serta mengakibatkan di beberapa rumah penduduk listrik padam.

Pihaknya berharap, pihak PLN dapat memperbaiki dengan segera kabel-kabel melorot yang sangat membahayakan itu, demi keselamatan warga dan pemukiman di wilayah Desa Ladang Tuha II ini.

“Hal ini patut dipertanyakan, apakah memang tidak ada tiang penyangga, sehingga kabel listrik harus disematkan ke pohon. Jika memang tidak ada, mengapa di desa-desa lain ada. Apa bedanya desa kami dengan desa-desa lain,” tuturnya.

Hingga berita ini diturunkan, Manager Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Blangpidie, Rahadi Bakri Hasibuan, belum memberikan penjelasan terkait hal itu. Telepon seluler miliknya yang dihubungi wartawan berkali-kali tidak diangkat. (ag)