Warga Doa Bersama Dijauhkan Dari Bala


Foto: analisisnews.com/agus
PAWAI OBOR: Warga mengikuti pawai obor kelilingi kampung hingga ke pesisir pantai Desa Padang Kawa, Kecamatan Tangan-Tangan dalam rangka zikir dan doa bersama untuk menolak bala, Selasa (13/10/2020) malam.
 

BLANGPIDIE-Ratusan warga Desa Padang Kawa dan Pantee Geulumpang serta beberapa desa lainnya di Kecamatan Tangan-Tangan, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Selasa (13/10/2020) sekira pukul 21.00 WIB menggelar zikir dan doa bersama untuk menolak bala dan dijauhkan dari wabah Covid-19 di lokasi pesisir pantai wilayah setempat. Pelaksanaan zikir dan doa bersama untuk menolak bala atau mara bahaya itu termasuk wabah penyakit itu dilangsungkan sampai tengah malam. 

Tengku Dodi salah seorang warga kepada wartawan mengatakan, sebelum pelaksanaan zikir dan doa tersebut, terlebih dahulu warga dari berbagai desa melakukan pawai dengan membawa obor dan lidi. Selain berjalan kaki, ada juga warga yang menggunakan becak melakukan pawai sambil berkeliling kampung hingga ke pantai. Sesampainya di pantai, ratusan warga yang membawa obor langsung menancapkannya di bibir pantai dengan harapan segala penyakit termasuk wabah Corona akan hanyut dibawa ombak dan masyarakat dapat hidup dengan tenang.

Kegiatan menolak bala seperti itu menurutnya rutin diadakan setiap tahun seperti doa dan zikir di masjid dan dilanjutkan dengan pawai keliling kampung hingga ke pantai. Hal itu telah menjadi tradisi turun temurun untuk mengusir wabah penyakit serta sering melakukannya dengan sebuah kegiatan spiritual adat setempat.

“Terlepas percaya atau tidak, kebiasaan masyarakat dalam desa ada sebuah tradisi yang diyakininya. Apakah musim tha’un atau tha’en (yang biasa disebut orang Aceh dulu), yaitu wabah penyakit baik yang menyerang hewan atau manusia, seperti wabah penyakit yang sedang melanda saat ini,” paparnya.

Diera yang milenial saat ini, mungkin banyak  yang tidak percaya dengan tradisi tersebut. Namun dengan tradisi itu, apa yang sebelumnya membuat warga resah, menjadi tenang, dan wabah penyakit yang melanda perkampungan, berangsur-angsur menjauh dari kampung tersebut. Selain itu, di surau, masjid-masjid hingga tempat pengajian, banyak yang berzikir juga dengan niat semoga Aceh selamat dan terhindar dari wabah virus Corona (covid 19).(ag)