JKN-KIS Bantu Pulihkan Ekonomi Nasional Saat Pandemi

HADIRI: Kepala BPJS Kesehatan cabang Banda Aceh dr. Neni Fajar, bersama sejumlah wartawan dari berbagai media, menghadiri webinar media workhsop dan anugerah media jurnalistik BPJS Kesehatan tahun 2020 di ruang rapat BPJS Kesehatan cabang Banda Aceh, Kamis (22/10/2020). 

BANDA ACEH – Anggota tim penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional,  Raden Pardede mengungkapkan program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) membantu pemulihan ekonomi nasional saat pandemi Covid-19. Keberadaan jaminan kesehatan tersebut dinilai penting untuk menjaga semangat dan harapan kepada masyarakat.

Hal itu disampaikan Raden saat menjadi narasumber melalui webinar media workhsop dan anugerah media jurnalistik Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan tahun 2020, yang turut dihadiri Kepala BPJS Kesehatan cabang Banda Aceh dr. Neni Fajar, di Banda Aceh, Kamis (22/10/2020). Dalam webinar tersebut juga hadir Kabid SDM, Umum, dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Cabang Banda Aceh, Maryadi Usman.

Lebih lanjut Raden mengatakan, jika kondisi kesehatan masyarakat menurun dan harus menjalani perawatan di fasilitas kesehatan, mereka memiliki jaminan untuk pengobatan. “Program JKN-KIS secara tidak langsung membantu program pemulihan ekonomi nasional,” kata Raden Pardede.

Dikatakannya, melalui program JKN-KIS masyarakat diberikan jaminan kesehatan. Dengan jaminan kesehatan tersebut, masyarakat dapat melakukan aktifitas sehari hari dengan rasa aman, dimana sebagian besar aktifitas masyarakat tersebut merupakan aktifitas dalam bidang perekonomian.

Jika masyarakat tidak dalam kondisi sehat, maka masyarakat hanya berdiam diri, tidak melakukan aktifitas ekonomi seperti berbelanja, baik itu kebutuhan sandang, pangan dan papan. Bahkan jika tidak dalam kondisi sehat maka tidak ada yang berinvestasi.

Menurut Raden Pardede, kelompok kelompok masyarakat berpenghasilan tinggi sangat sensitif dan konsentrasi terhadap kesehatan. Jika tidak sehat dan takut terhadap COVID-19 dan kesehatan, maka mereka akan tinggal di rumah dan tidak melakukan aktifitas ekonomi. “Keberadaan Jaminan kesehatan akan meningkatkan kepercayaan dan memberi rasa aman kepada masyarakat untuk melakukan aktifitas ekonomi,” katanya.

BPJS Kesehatan menggelar Media Workshop dengan menghadirkan perwakilan awak media yang tersebar di seluruh wilayah kantor BPJS Kesehatam di Indonesia. Di kota Banda Aceh, dihadiri 8 orang perwakilan media, baik media cetak, online maupun elektronik.

Sejumlah narasumber yang dihadirkan pada workshop tersebut mengupas materi dalam beberapa tema yang berlangsung hingga Jumat, (23/10/2020). Adapun narasumber yang dimaksud di antaranya, Staf Khusus Menteri Keuangan RI Bidang Komunikasi Strategis, Yustinus Prastowo, Kepala Satgas Direktorat Penelitian dan Pengembangan, Kedeputian Pencegahan KPK, Kunto Ariawan, Ketua Tim Kendali Mutu dan Kendali Biaya Pusat dr. Adang Bachtiar.

Selanjutnya,  Chief of Party, USAID Health Financing Activity, Prof. Hasbullah Thabrany dan pengamat Kebijakan Publik, Agus Pambagio serta Senior Leaders BPJS Kesehatan, baik dari lingkungan Kantor Pusat, serta para Jurnalis Media Massa seluruh Indonesia dan para Nominator Pemenang Lomba Karya Jurnalistik BPJS Kesehatan Tahun 2020.

Selain Raden Pardede, juga hadir Pakar Asuransi Kesehatan Prof. Budi Hidayat dan deputi bidang koordinasi peningkatan kesejahteraan sosial, Kemenko PMK RI, TB A Choesni. Adapun sejumlah tema yang disuguhkan di hari pertama workshop yakni Menjaga Keberlangsungan Program JKN-KIS, dan Peran Jaminan Sosial Kesehatan di Era Pandemi Covid-19.

Selanjutnya, Budi Hidayat memaparkan berbagai kondisi pelayanan di masa pandemi. Menurutnya, keberadaan JKN  semakin terlihat di masa pandemi Covid-19.
“Misalnya dalam hal pembayaran klaim yang dimaksimalkan. Kemudian ada perolehan pembiayaannya dari DIPA akibat bencana,” katanya.

Selain itu, kata Budi, ada penugasan khusus bagi BPJS untuk memverifikasi klaim-klaim RS akibat layanan terhadap Covid. “BPJS punya kewajiban untuk memverifikasi semua klaim oleh RS yang selama ini menjadi pelayanan,” ujarnya.

Pada hari kedua, tiga orang pemateri yang ahli di bidangnya juga telah disiapkan dalam mengupas tema ‘Layanan Jaminan Kesehatan di Era Pandemi Covid-19’. Para pemateri dibhari kedua itu, yakni Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan, Andayani Budi Lestari, Anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional, Muttaqien, dan Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia. (bar)