HM Salim Fakhri Hadiri Kegiatan PIK-R di Gampong KB

Peserta keiatan foto bersama Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Aceh, HM Salim Fakhri dan Kepala Perwakilan BKKBN Aceh, Drs. Sahidal Kasri, M.Pd. (Foto: Istimewa)

KUTACANE –  Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Aceh, HM Salim Fakhri, menghadiri Kegiatan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) yang diselenggarakan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Aceh di Gampong Keluarga Berkualitas (KB) Desa Ujung Barat, Kecamatan Babussalam, Kabupaten Aceh Tenggara, Rabu (4/11/2020).

Dalam kesempatan itu HM Salim Fakhri mengucapkan rasa terima kasih terhadap kepala BKKBN Aceh telah  menyelenggarakan acara ini. Dia juga berharap kedepan, Aceh Tenggara bisa lebih baik lagi dan pihaknya mendukung sepenuhnya program BKKBN dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia yang unggul.

“Karena sekarang ini, sesuai data stunting Aceh Tenggara ini secara nasional  urutan lima besar namun kalau di Aceh  termasuk  urutan nomor Tiga. Semoga  dengan adanya acara yang  di selenggarakan  oleh  BKKBN Aceh  ini harapan kedepannya  Aceh Tenggara ini akan lebih baik lagi,” ucap Sahlim Fakhri.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Aceh, Drs. Sahidal Kasri, M.Pd mengatakan, kegiatan tersebut digelar untuk memberikan suatu pemahaman bahwa pentingnya pendewasaan perkawinan.

 “Tujuanya adalah dalam rangka dewasa perkawinan untuk calon ibu umurnya 21 tahun dan untuk calon ayah umur 25 tahun. Ini kita mengingin kan kematangan emosional dan juga kesiapan dalam berkeluarga terutama dalam memenuhi kebutuhan keluarga, serta kegiatan PIK-R  ini untuk mencegah anak -anak muda kita yang kawin muda dan mencegah perlakuan seks di luar nikah serta pengguna narkoba,” katanya,

Lebih lanjut lagi Sahidal Kasri menjelaskan, dalam kegiatan tersebut terdapat  narasumber yang akan mejelaskan lagi tentang konseling sebaya. “Karena anak-anak muda kita ini untuk  teman curhatnya bukan sama orang tua ibu atau ayahnya. Biasanya anak-anak muda sekarang kalau curhat itu ke teman sebayanya,” ujar Sahidal.

Lebih lanjut, katanya, peserta yang hadir diberikan pengarahan tentang konseling dimaksud, bahwa apabila ada teman sebayanya yang curhat mereka sudah bisa menjelaskan dengan benar.

Sahidal Kasri juga berharap, agar acara tersebut untuk upaya mencegah stanting. “Karena biasa nya stanting ini dilahirkan oleh ibu-ibu muda yang belum dewasa. Kemudian jarak kelahiran anak itu, hendak lah para ibu itu memberikan air susu kepada anaknya dengan jarak dua tahun dan jangan sampai setiap tahun melahirkan anak karena asi yang  sehat itu jaraknya adalah tiga tahun. Tujuan BKKBN ini adalah mewujudkan keluaga yang berkualitas dan insan yang  berkualitas,” katanya. (rel/bar)