Lubang Saluran Air Tanpa Pengaman Bahayakan Pengedara


Foto: analisisnews.com/agus
BAHAYAKAN PENGENDARA: Lubang saluran air yang berada di pinggir jalan nasional kawasan Babah Lhok Kecamatan Blangpidie, Abdya tidak memiliki penutup serta pengaman khusus. Kondisi itu dapat membahayakan pengendara yang melintas, Kamis (5/11/2020).

BLANGPIDIE-Lubang saluran air yang berada di pinggir jalan nasional kawasan Babah Lhok Kecamatan Blangpidie Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) bahayakan pengendara. Pasalnya keberadaan saluran air  itu sangat dekat dengan badan jalan yakni sekitar 50 cm. Ditambah dengan kondisi saluran yang terbuka tanpa pengaman, membuat pengendara merasa khawatir.

Junai salah seorang pengendara kepada wartawan, Kamis (5/11/2020) mengatakan, lubang saluran yang dibiarkan terbuka tanpa pengaman itu dinilai sangat membahayakan keselamatan pengendara, baik roda dua maupun roda empat, termasuk bagi pejalan kaki. Lantaran tidak ada sedikitpun pengaman maupun penutup saluran yang terpasang.

“Kondisi itu sangat membahayakan para pengguna jalan. Jika terperosok tentu akan berakibat fatal,” ujarnya.

Ditambahkan, saluran air yang memiliki fungsi besar bagi para petani itu harus memiliki penutup atau sejenis pengaman yang bisa menjadi tanda agar tidak berdampak buruk bagi pengguna jalan. Apalagi saat malam hari, tentu banyak pengendara yang tidak menyangka jika di sisi badan jalan terdapat lubang saluran air, sebab kondisi jalan gelap.

Kekhawatiran serupa juga disampaikan Rudi pengendara lainnya. Sejauh ini memang banyak pengendara yang khawatir dengan keberadaan lubang saluran itu. Jika tidak hati-hati sangat berkendara, tentu akan mengancam keselamatan pengedara.

Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, warga setempat memasang kayu serta mengikatkan selembar kain sebagai rambu agar pengendara mengetahui keberadaan lubang saluran air serta dapat menghindarinya.

“Jika kondisi jalan ramai, ditambah jumlah kendaraan besar yang melintas juga banyak, tentu akan banyak juga kendaraan kecil seperti roda dua yang menepi untuk menghindari padatnya arus lalulintas. Saat menepi inilah yang dikhawatirkan, karena posisi lubang tidak terlihat oleh pengedara dan bisa memicu kecelakaan lalulintas,” tuturnya.

Saluran air dimaksud berfungsi untuk mengairi areal persawahan yang berada dalam beberapa titik hamparan sawah. Namun sayangnya, fungsi saluran air yang semula untuk memudahkan petani dalam proses penggarapan sawah dan kebutuhan lainnya, juga dapat mengundang bahaya bagi pengendara.

Akan hal itu, pihaknya meminta isntansi terkait untuk memasang penutup saluran ataupun pengaman lubang saluran itu, agar pengendara merasa nyaman serta tidak membahayakan keselamatan mereka.(ag)