Komisi VI DPRA Minta Baitul Mal Aceh Optimalkan Penyaluran Dana Ziswaf

Ketua Komisi VI DPR Aceh Tgk H Irawan Abdullah, berfoto bersama ketua dan anggota Baitul Mal Aceh (BMA) Aceh periode 2020-2025 di Anjong Mon Mata, Banda Aceh Senin (9/11/2020). (foto: istimewa)

BANDA ACEH – Komisi VI DPR Aceh meminta Baitul Mal Aceh (BMA) dapat mengoptimalkan penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah (Ziswaf) yang ada di Baitul Mal Aceh.

Salah satunya adalah untuk menanggulangi kemiskinan di Aceh yang hingga saat ini masih termasuk salah satu provinsi termiskin di Sumatera.

Dengan dioptimalkannya penyaluran dana Ziswaf yang dikelola BMA itu diharapkan dapat menyejahterakan masyarakat Aceh secara menyeluruh.

Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi VI DPR Aceh, Tgk H Irawan Abdullah, sehubungan dengan telah dilantiknya ketua dan anggota Badan Baitul Mal Aceh periode 2020-2025 di Anjong Mon Mata, Pendopo Gubernur Aceh pada, Senin (9/11/2020).

Adapun yang dilantik tersebut adalah Prof Dr Nazaruddin A Wahid, MA sebagai ketua, Dr Abdul Rani Usman MSi, Khairina ST, Mukhlis Sya’ya ST, dan Mohammad Haikal, ST, MIFP sebagai anggota.

Tgk Irawan Abdullah mengatakan dulunya lembaga BMA itu hanya dipimpin oleh satu orang kepala. Namun, berdasarkan Qanun Aceh No 10 Tahun 2018 tentang Baitul Mal, kini ada lima orang yang memimpin lembaga zakat tersebut.

“Kami sangat mengharapkan agar kelima pimpinan di Badan BMA itu dapat saling bersinergi. Dan yang paling utamanya adalah dapat melahirkan program-program yang pro masyarakat. Selain itu juga adanya pemberdayaan ekonomi secara berkesinambungan,” kata Tgk Irawan Abdullah, Kamis (12/11/2020).

Dikatakan, hal lain yang harus menjadi perhatian serius adalah banyaknya potensi zakat yang belum tergarap. Sehingga diperlukan tata kelola yang bagus agar semua potensi zakat tersebut dapat diraih untuk menambah penerimaan zakat.

Selain itu, anggota DPRA Dapil 1 ini juga menjelaskan berdasarkan hasil pengawasan dan evaluasi Komisi VI DPRA, masih ada dana yang “mengendap” pada beberapa tahun yang lalu khususnya dana infak.

Dan dengan telah dilantiknya lima keanggotaan yang baru, maka sangat diharapkan dana tersebut dapat disalurkan sesegera mungkin kepada yang berhak menerimanya.

“Kita sangat berharap agar tingkat kemiskinan di Aceh bisa menurun sedangkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakatnya terus meningkat. Dan BMA harus mengambil peran yang lebih besar dalam mewujudkannya,” ujar Tgk Irawan Abdullah. (*)