Sembari Maulid Nabi Muhammad Saw, Masyarakat Delung Tue-Asli Juga Santuni Anak Yatim

Analisisnews.com. Ist. Masyarakat Delung Tue-Asli sedang memeriahkan Maulid Nabi Muhammad Saw 1442 H, di Kampung setempat. Senin, (09/11/2020).

REDELONG- Sembari merayakan Maulid Nabi Muhammad Saw 1442 H, Masyarakat Delung Tue-Asli, Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah juga melakukan santunan anak yatim sebanyak 13 orang.

Kegiatan mulia tersebut berlangsung di Menasah kampung setempat pada Senin, 09 November 2020, dari pagi hingga waktu dzuhur tiba.

Reje Kampung Delung Asli, Juanda HS dalam kata sambutannya menyampaikan bahwa tidak ada kata lelah dalam merayakan hari-hari besar agama Islam khususnya memperingati hari lahirnya Nabi Muhammad Saw. Dari itu ia mengajak semua masyarakat Delung kampung setempat untuk dapat mendengarkan ceramah tersebut hingga selesai.

 “Jadi kami berharap, semoga acara ini dapat disaksikan dengan baik, baik itu tentang kelahiran Nabi Muhammad Saw dari lahir hingga wafatnya beliau,” tegas Juanda HS.

Tidak hanya itu, kegiatan mulia tersebut diselingi dengan santunan anak yatim sebanyak 13 orang anak yatim. Hal tersebut merupakan hasil sumbangan dan sadakah dari masyarakat setempat.

Dalam kesempatan tersebut, sebagai penceramah disampaikan oleh Drs. Nawawi dari Kantor Kementerian Departemen Agama (Kandepag) Kabupaten Bener Meriah, sementara pembacaan ayat suci Al-Qur’an dibacakan oleh Tgk Rizqan Mubarrak.

Tgk. Drs Nawawi dalam ceramahnya sekilas menjelaskan terkait beberapa hal penting, seperti masa sebelum hadirnya Rasulullah Saw hingga mengarah pada akhlak mulia yang ada pada diri Muhammad Saw. 

“Sebelum lahirnya Nabi Muhammad saw dikenal dengan masa jahiliah, yang mana budaya jahiliah terdapat beberapa praktik, seperti: ketika ada pesta disuguhkan praktik judi, minuman keras, ratapan ketika seseorang meninggal,” katanya.

Lebih lanjut Tgk. Nawawi menyampaikan bahwa Islam bisa tersiar karena Nabi Muhammad jujur dan berakhlak mulia. 

“Dari itu, praktikkan kejujuran dan akhlak mulia, sabar, pemaaf dan jujur,” demikian Drs Tgk. Nawawi. (Jun)