Jalan Kompleks Perkantoran Pemkab Abdya Kotor dan Berdebu


Foto: analisisnews.com/agus
KOTOR DAN BERDEBU: Jalan kompleks perkantoran Pemkab Abdya kotor dan berdebu akibat ceceran material timbunan dari tanah gunung yang dibawa menggunakan truk ke sejumlah lokasi, Rabu (11/11/2020).

BLANGPIDIE-Jalan kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat Daya (Abdya) dalam beberapa hari terakhir kotor dan dipenuhi debu yang bertebaran di sepanjang jalan kompleks. Terutama jalan dari arah Kejari Abdya dan seterusnya.

Dedi salah seorang pengendara, Rabu (11/11/2020) mengatakan, debu berwarna kuning itu berasal dari ceceran material tanah gunung untuk pematangan lahan pembangunan gedung pengadilan maupun penimbunan lokasi lainnya. Material tanah gunung itu diangkut dengan menggunakan truk yang dibawa melintasi jalan kompleks perkantoran Pemkab Abdya. Sayangnya, ceceran material timbunan dari tanah gunung itu dibiarkan begitu saja, sehingga debu dari meterial berterbangan sangat ada kendaraan yang hilir mudik, termasuk terbawa oleh tiupan angin. Kondisi itu dikeluhkan para pengendara, khususnya pengendara kendaraan roda dua serta pejalan kaki yang saban hari menuju areal persawahan.

“Selain tidak sedap dipandang mata, akibat tumpahan tanah gunung itu, juga membahayakan para pengguna jalan baik pengendara roda dua yang ingin ke kantor dan pejalan kaki yang hendak ke sawah,” tuturnya.

Hal serupa juga dikeluhkan Rudi pengendara lainnya. Di satu sisi aktivitas pengangkutan material timbunan dari tanah gunung itu sangat dibutuhkan dalam proses pembangunan. Sementara di sisi lain, banyak warga terutama pengendara yang dirugikan akibat ceceran tanah yang menimbulkan debu jika dalam kondisi kering, serta akan licin dan berlumpur disaat diguyur hujan. Setiap harinya, para pengguna jalan harus berhadapan dengan debu berwarna kuning. Meski telah menggunakan helm serta dilengkapi dengan masker, terpaan debu masih sangat terasa masuk ke dalam rongga hidung. Selain itu, pakaian yang dikenakan dalam keadaan bersih, menjadi kotor saat melintasi jalan tersebut.

“Saya pribadi memang tiap hari melintasi jalan ini untuk menuju tempat kerja, karena jaraknya lebih dekat, rindang serta nyaman dilalui. Namun semenjak banyak  ceceran tanah serta berdebu, kondisi jalan menjadi kotor dan kurang nyaman untuk dilalui,” paparnya.

Dia berharap, instansi terkait maupun pihak rekanan dalam kegiatan pengangkutan material itu untuk lebih bijak dalam melihat kondisi di lapangan. Hendaknya, kondisi jalan yang telah kotor oleh ceceran tanah gunung itu bisa dibersihkan dengan proses penyiraman secara maksimal. Selain badan jalan kembali bersih, debu yang semula bertebaran menjadi hilang serta menjadikan kondisi jalan lebih nyaman untuk dilalui.

“Kami berharap dilakukan penyiraman secara maksimal, hingga ceceran tanah hilang dari badan jalan. Namun kalau penyiraman dilakukan asal ada, sama saja menimbulkan masalah lain, yakni jalan menjadi berlumpur,” pungkasnya. (ag)