Tanggul Ambruk, Ancam Pemukiman Warga Drien Jaloe


Foto: analisisnews.com/agus
AMBRUK: Tanggul pengaman banjir di Desa Drien Jaloe, Kecamatan Tangan-Tangan, Abdya ambruk akibat dihantam arus air pada awal bulan lalu, Rabu (11/11/2020)

BLANGPIDIE-Tanggul beton pangaman tebing sungai di Dusun Sejahtera, Desa Drien Jaloe, Kecamatan Tangan-Tangan, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) ambruk lebih kurang sepanjang 20 meter akibat dihantam arus air dari sungai (Krueng) Tangan-Tangan sekitar dua pekan lalu. Ambruknya tanggul dimaksud mengancam keselamatan pemukiman warga setempat yang merasa khawatir adanya hantaman banjir luapan dari sungai.

Keuchik (Kepala Desa) Drien Jaloe, Pardianto, Rabu (11/11/2020) mengatakan, akibat ambruknya tanggul tersebut, rumah warga yang hanya beberapa meter dari tebing sungai bakal terancam diterjang air. Kondisi itu juga diperparah dengan posisi tanggul ambruk tepat berada di patahan sungai. Pascaambruknya tanggul yang dibanguntahun 2017 lalu itu, warga setempat bergotong royong melakukan pemancangan bambu dan menyusun karung berisi pasir, agar hantaman air tidak langsung mengenai rumah warga.

“Kekuatan arus air tidak mampu ditahan saat air sungai mulai meluap. Sehingga tanggul beton yang dibangun warga tersebut patah dihantam air. Selain rumah warga, bangunan kilang padi yang hanya berjarak lima meter dari tebing juga terancam amblas ke sungai,” ujarnya.

Pardianto yang juga Ketua Tagana Kecamatan Tangan-Tangan mengaku telah melaporkan kondisi itu secara lisan  kepada Kepala Badan Pananggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) setempat.  Bahkan, pihak BPBK sempat menyarankan kepadanya untuk membuat permohonan agar langsung menghadap Bupati terkait dengan bencana itu. Tapi dia tidak langsung terburu-buru ke Bupati, baru sebatas membuat surat pemberitahuan yang ditujukan kepada Camat Tangan-Tangan agar ditindaklanjuti ke BPBK Abdya.

“Pascasaya laporkan, pihak BPBK akan segera turun ke lokasi untuk mengecek kondisinya. Sayangnya, sampai hari ini tak nampak seorangpun dari mereka yang datang untuk meninjau. Saya buat surat pemberitahuan ke Camat dulu, kalau belum juga ada kejelasan, akan kami coba menghadap pak bupati untuk melaporkan masalah tanggul ambruk tersebut,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala BPBK Abdya, Amiruddin yang dihubungi terpisah membenarkan bahwa Keuchik Drien Jaloe sempat memberitahukan ambruknya tanggul tersebut secara lisan. Namun dia mengaku kalau saat ini anggaran untuk perbaikan secara darurat sudah tidak ada lagi. Maka dari itu pihaknya menyarankan keuchik untuk membuat permohonan kepada bupati mengenai kondisi tersebut. Meski demikian, dia berjanji akan segera turun ke lokasi bersama anggota untuk mengecek kondisi tanggul yang membuat pemukiman warga terancam dihantam banjir luapan.(ag)