Dikenal Luas, TIR: Saya Belajar Syair Dari Ulama Tengku Mude Kala.

Analisisnews.com/Junaidi.
Tengku Irwansyah (TIR) saat berada di Pegasing, Aceh Tengah.

TAKENGON- Penceramah Tengku Irwansyah (TIR) sempat mengalami sakit pada beberapa minggu lalu, kini telah dikenal luas masyarakat Gayo. saat ini, ia memiliki agenda ceramah yang tampak padat di beberapa tempat seperti di Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Tamiang, Aceh Utara, Bireuen dan juga di Banda Aceh. 

Diketahui, Tengku Irwansyah dikenal banyak oleh jamaah lantaran karena syair-syair yang didendangkan menjadi penarik para jama’ahnya hingga sempat mencapai ribuan jamaah.

Menurutnya, syair-syair yang di dendangkannya melalui jalan dakwah yang mulia itu, ia belajar dari karangan syair ulama Gayo, yaitu Tengku Abdurrahman Daudi atau Tengku Mude Kala.

“Ceramah berbahasa Gayo, yang secara istilah diambil dan belajar dari Tgk Mudekala, dari sinilah saya belajar bersyair dan berceramah,” kata Irwansyah kepada analisisnews.com, Jum’at, (13/11/2020).

Dikatakan olehnya, dirinya mulai berceramah dimana-mana berawal sejak tahun 2013 lalu. Ia menemukan buku syair Tgk Mudekala itu pada tahun 2012. Selama setahun itu, dirinya terus belajar mendalami makna dari syair-syair tersebut dan kemudian menerapkannya.

Saat ditanyai motivasi dirinya berdakwah, Tengku Irwansyah menjelaskan bahwa menurutnya itu perlu.

“Motivasi bedakwah dan dengan menggunakan bahasa Gayo dengan pendekatan agama. Jangan menganggap adat Gayo karangan belaka, melainkan sesuai adat syariat Islam. Ulama kita pejuang, menggantikan mereka siapa kalau bukan gerenasi. Sesungguhnya tidak banyak generasi muncul, apalagi yang berasal dari Linge,” tegasnya.

“Dakwah sudah menjadi kebutuhan hidup. Ikhlas untuk dicaci, sabar untuk di hina. Baik bagi kita belum tentu baik bagi orang. Jelek bagi kita, belum tentu jelek bagi orang lain,” demikian Tengku Irwansyah Al-Waqi. (Jun)