Polisi Tangkap Pelaku Pencabulan Anak Dibawah Umur

Kapolres Abdya AKBP Muhammad Nasution SIK

BLANGPIDIE-DH (29) seorang pria beristri asal Kecamatan Babahrot, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) ditangkap aparat kepolisian dan ditetapkan jadi tersangka lantaran diduga telah melakukan pencabulan terhadap anak berumur tujuh tahun di lokasi kebun sawit dekat kediaman tersangka pada Senin (9/11/2020) sekira pukul 16.30 WIB sore.

Kapolres Abdya AKBP Muhammad Nasution SIK melalui Kasat Reskrim AKP Erjan Dasmi, Kamis (12/11/2020) malam, membenarkan kejadian tersebut. Bedasarkan hasil keterangan dari saksi-saksi dan bukti-bukti yang ada, pelaku terduga kasus pencabulan anak dibawah umur itu, telah ditetapkan menjadi tersangka dan sudah diamankan ke Mapolres Abdya.

“Tersangka sudah diamankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut, bahkan kita susah menetapkannya sebagai tersangka. Berkas perkaranya sedang dilengkapi untuk dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Abdya,” ujarnya.

Disebutkan, dalam kasus pencabulan ini, korbannya ada dua, masing-masing dari mereka baru berumur tujuh tahun dan masih duduk di bangku sekolah dasar. Bedasarkan kronologis kejadian, pada Senin lalu sekira pukul 16.30 WIB sore, kedua korban ini sedang bermain bersama temannya di belakang rumah salah satu korban.  Ketika itu, tersangka sedang menangkap ayam miliknya yang tak jauh dari lokasi korban bermain. Melihat ada tiga anak perempuan sedang bermain, hasrat bejat tersangka mulai timbul dan langsung mendekati korban. 

Karena merasa ketakutan, ketiga anak gadis  itu langsung melarikan diri. Akan tetapi dua dari anak itu berhasil ditangkap pelaku, lalu dibawa ke semak-semak dalam lokasi kebun sawit. Disitulah tersangka melakukan pencabulan dengan membuka pakaian korban.  Sementara, satu anak yang merupakan teman korban lepas dari cengkraman tersangka dan berhasil kabur. Usai melakukan pencabulan itu, tersangka sempat mengancam korban agar tidak memberitahu kepada siapapun. Akan tetapi salah satu korban dengan polos langsung melaporkan kejadian itu kepada ibunya. Setelah mendengar kejadian memalukan tersebut, ibu korban melaporkan perbuatan tersangka yang juga sudah memiliki anak itu, ke pihak aparatur desa setempat. 

“Tersangka berhasil diamankan oleh personel ke Mapolsek Babahrot untuk menghindari amukan warga yang sudah mulai geram kepada tersangka. Kemudian tersangka baru diserahkan ke Mapolres Abdya,” tuturnya. Terhadap perbuatan memalukan itu, tersangka dijerat dengan Pasal 76D Undang undang RI nomor 35 tahun 2014 yo pasal 81 ayat (1) Undang Undang RI nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang-Undang nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas undang-undang RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi undang-undang dengan penjara paling singkat 5(lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp.5.000.000.000 (Lima miliar rupiah).(ag)