69 Remaja dan Pembina PIK-R Hadiri Jambore GenRe Aceh 2020

Kepala Perwakilan BKKBN Aceh, Sahidal Kastri menjawab pertanyaan wartawan tentang kegiatan jambore GenRe Aceh, Senin (16/11/2020) sore.

BANDA ACEH – Sebanyak 69 remaja dan pembina kelompok Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK-R) di 23 kabupaten/kota di Aceh menghadiri Jambore Generasi Berencana (GenRe) Aceh 2020 yang digelar di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, dari 16 hingga 18 November 2020. Kegiatan ini sendiri dibuka oleh Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Aceh, Sahidal Kastri pada Senin (16/11/2020) sore.

Ketua panitia yang juga Koordiantor Sub Bidang Remaja Perwakilan BKKBN Aceh, Fahmi dalam laporannya mengatakan, perhelatan yang mengangkat tema “remaja teuga, remaja carong, GenRe_Nyan idolaku”,

Kegiatan ini sendiri sebut Fahmi, diikuti 69 peserta perwakilan dari kelompok PIK R dan pendamping dari OPD KB 23 Kabupaten/Kota di Aceh dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Turut hadir duta GenRe Nasional 2019, Teliana Juwita, Forum GenRe Jakarta Timur, Amaliatus Sholeha, dan Konsultan Jhons Hopkins (JHUCCP).

Sahidal Kastri kepada awak media usai membuka acara mengatakan, kegiatan Jamboree GenRe Aceh bertujuan untuk menyamakan persepsi program GenRe di seluruh kabupaten/kota.

“Satu kata dalam program GenRe ini mewujudkan generasi berencana yang berkualitas, sehat, cerdas, dan ceria” tuturnya.

Sebut Sahidal, Aceh memiliki lokus 558 kelompok PIK, baik jalur pemerintah maupun jalur masyarakat. Ada kelompok PIK yang menjadi pilot projeck di setiap kabupaten/kota, sehingga menjadi rujukan bagi setiap daerah di Aceh.

“Harapan kita, pemeritah daerah bisa mengenal lebih dekat program GenRe. Di mana nantinya remaja kita yang tergabung dalam kelompok PIK menjadi rol model. Program GenRe sudah memiliki konsep yang sangat matang bagi remaja dan menjadi solusi bagi segala permasalahan yang dihadapi remaja dewasa ini,” ucap Sahidal.

Sambungnya, GenRe Aceh juga menghindari hal-hal yang merusak mental dan kesehatan seperti narkoba, merokok, kenakalan remaja lainnya seperti seks pra nikah, pornografi, dan masalah lainnya.

“Ada 558 kelompok PIK sekarang ini yang kota bina di 23 kabupaten/kota di Aceh. remaja yang tergabung di kelompok PIK sudah memiliki perencanaan matang dalam menghadapi kehidupan berkeluarga di masa mendatang dan konsep menghadapi masa depan lebih baik. Inilah program GenRe,” kata Sahidal.

Dikesempatan yang sama, duta GenRe Nasional 2019, Teliana Juwita mengungkapkan, Jamboree GenRe Aceh merupakan salah satu momentum remaja ikut berpartisipasi untuk menyuarakan keresahan-keresahannya.

“Di sini kita mengenali keresahan kita sebagai remaja. Resah soal apa sih? Program yang kita lakukan besok ini kita belajar lebih kenal, remaja harus gimana? butuh apa? Ini bisa kita sampaikan di Jambore GenRe,” lugasnya.

Teliana mengungkapkan, semua berjuang melawan stunting. Dengan cara berkomunikasi dengan para remaja. GenRe Indonesia pun sedang berjuang dan optimis menekan stunting. Dia berharap, GenRe Aceh terus menyuarakan “ayo jangan sampai kita terjebak di stunting”.

“Kalau menikah disiapin nih jangan sampai terjebak stunting. Minimal usia perempuan menikah 21 tahun, laki-laki 25 tahun. Kita harus optimis menekan stunting,” demikian pungkasnya. (bar)