Lagi, Pelaku Pencabulan Anak Dibawah Umur Ditangkap


Foto: analisisnews.com/agus
TERSANGKA: Kasat Reskrim Erjan Dasmi STP didampingi Kabag Ops AKP Haryono dan Kabag Sumda Teuku Muhammad SH menghadirkan tersangka dan memperlihatkan barang bukti kasus pencabulan anak dibawah umur dalam jumpa pers di halaman Mapolres setempat, Rabu (18/11/2020).

BLANGPIDIE-Fd (32) seorang pria yang sudah beristri asal Kecamatan Setia, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) berhasil ditangkap setelah sempat menjadi buronan dan ditetapkan menjadi tersangka oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres setempat lantaran diduga telah melakukan perbuatan cabul terhadap dua anak dibawah umur pada Minggu (4/10/2020) sekira pukul 18.30 WIB sore di kediaman orang tua korban. Para korban berumur 5 tahun dan 6 tahun. Saat kejadian, kedua korban sedang tertidur di salah satu kamar di kediaman ayah korban Kecamatan Kuala Batee.

Kapolres Abdya AKBP Muhammad Nasution SIK melalui Kasat Reskrim Erjan Dasmi STP dalam jumpa pers di halaman Mapolres setempat, Rabu (18/11/2020) mengatakan, tersangka sempat melarikan diri pasca perbuatan bejatnya itu diketahui oleh orang tua dan paman korban.  Setelah melakukan pengembangan, polisi berhasil memburu pelaku yang ketika itu sedang berada di Kelurahan Batang Beruh, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatra Utara pada Senin (16/11/2020) lalu sekira pukul 14.40 WIB. Pengejaran pelaku juga diperkuat dengan adanya laporan pencabulan yang dilaporkan ibu kandung korban ke SPKT Polres Abdya pada Senin (2/11/2020) sekira pukul 13.00 WIB siang.

Parahnya lagi, saat petugas menggeledah tersangka, polisi berhasil menemukan satu paket narkotika jenis sabu yang disimpan dalam dompet tersangka. Bahkan menurut pengakuan tersangka, dirinya memang kerap mengkonsumsi barang haram itu. Saat disinggung apakah pelaku dalam melancarkan aksinya tersebut dibawah pengaruh sabu, pihaknya belum bisa memastikan hal tersebut lantaran tersangka akan diperiksa lebih detail di Satres Narkoba terkait penggunaan barang haram itu.

“Persoalan sabu, akan ditangani langsung Satres Narkoba, nantinya tersangka ini akan diperiksa lebih lanjut,” terangnya didampingi Kabag Ops AKP Haryono SE dan Kabag Sumda AKP Teuku Muhammad SH.

Lebih lanjut dijelaskan, berdasarkan kronologis kejadian, tersangka pada saat itu juga sedang berada di rumah orang tua salah satu korban. Melihat korban sedang tertidur di kamar, tersangka mencoba masuk dan mengunci pintu dari dalam.  Prilaku tidak bermoral tersangka semakin menjadi-jadi hingga dia nekat memaksa salah satu korban untuk memainkan kemaluannya. Karena korban tidak mau menuruti kemauannya, tersangka memberikan uang dua ribu rupiah kepada salah satu korban untuk membeli jajan di warung terdekat.

Kemudian tersangka kembali memaksa korban dengan menarik tangan korban kearah kemaluanya. Bahkan tersangka tanpa rasa malu langsung membuka celananya sendiri dan memainkan kemaluannya hingga mengeluarkan cairan sperma yang ditumpahkan ke dalam cangkir plastik bewarna hijau muda didepan kedua korban.

Tak hanya itu, perbuatan bejat tersangka terus berlanjut, dia mengoleskan cairan sperma itu ke kemaluan korban sembari mengosok-gosokannya dengan menggunakan jari tangan. Melihat kondisi itu, salah satu korban sempat berteriak dan teriakannya itu didengar oleh paman korban yang saat itu berada di rumah tersebut. Akan tetapi tersangka berhasil berkilah dan mengatakan bahwa salah satu korban sedang mengigau. Pasca tersangka meninggalkan tempat kejadian, barulah salah satu korban menceritakan kejadian itu kepada ibunya yang kemudian diteruskan dengan membuat laporan polisi. 

Tersangka dijerat dengan pasal 76 huruf  E Undang-Undang RI nomor 35 tahun 2014 jo pasal 82 ayat (1), Undang-Undang RI nomor 17 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi Undang-Undang dengan ancaman kurungan maksimal 15 tahun dan minimal 5 tahun ditambah denda maksimal Rp.5 miliar.

Sebelumnya, DH (29) seorang pria beristri asal Kecamatan Babahrot, Kabupaten Abdya berhasil ditangkap aparat kepolisian dan ditetapkan jadi tersangka lantaran diduga telah melakukan pencabulan terhadap anak berumur tujuh tahun di lokasi kebun sawit dekat kediaman tersangka pada Senin (9/11/2020) sekira pukul 16.30 WIB sore.

Dalam kasus pencabulan ini, korbannya ada dua, masing-masing dari mereka baru berumur 7 tahun dan masih duduk di bangku sekolah dasar. Bedasarkan kronologis kejadian, pada Senin lalu sekira pukul 16.30 WIB sore, kedua korban ini sedang bermain bersama temannya di belakang rumah salah satu korban.  Ketika itu, tersangka sedang menangkap ayam miliknya yang tak jauh dari lokasi korban bermain. Melihat ada tiga anak perempuan sedang bermain, hasrat bejat tersangka mulai timbul dan langsung mendekati korban. 

Karena merasa ketakutan, ketiga anak gadis  itu langsung melarikan diri. Akan tetapi dua dari anak itu berhasil ditangkap pelaku, lalu dibawa ke semak-semak dalam lokasi kebun sawit. Disitulah tersangka melakukan pencabulan dengan membuka pakaian korban.  Sementara, satu anak yang merupakan teman korban lepas dari cengkraman tersangka dan berhasil kabur. Usai melakukan pencabulan itu, tersangka sempat mengancam korban agar tidak memberitahu kepada siapapun. Akan tetapi salah satu korban dengan polos langsung melaporkan kejadian itu kepada ibunya. Setelah mendengar kejadian memalukan tersebut, ibu korban melaporkan perbuatan tersangka yang juga sudah memiliki anak itu, ke pihak aparatur desa setempat. (ag)