YARA Minta Pembuat Keramaian Tanpa Izin Diproses

Ketua YARA perwakilan Abdya, Miswar SH

BLANGPIDIE-Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Aceh Barat Daya (Abdya) meminta pihak kepolisian setempat dalam hal ini Polres Abdya agar memproses secara hukum bagi mereka yang membuat acara keramaian selama pandemi tanpa mengantongi izin dari Kepolisian dan Tim Gugus Covid-19 kabupaten setempat.

Ketua YARA perwakilan Abdya, Miswar SH Kamis (19/11/2020) mengatakan, ditengah pandemi Corona, kegiatan keramaian tentu harus memiliki izin bahkan hal itu telah diatur dalam protokol kesehatan (Prokes) Covid-19. Polisi mesti bertindak dan membubarkan acara yang dibuat tanpa mengantongi izin keramaian terlebih telah melanggar prokes Covid-19.

Dia mencontohkan, sebuah acara yang dilakukan pada Kamis (19/11) dalam kawasan Kecamatan Jeumpa di kabupaten setempat. Pihaknya menginformasikan kalau acara itu melibatkan banyak orang dan mengabaikan prokes Covid-19. 

“Dari informasi yang kami peroleh, acara itu tidak mengantongi izin dan mengundang banyak orang ditengah wabah covid ini,” sebutnya.

Menurutnya, acara yang dilakukan tersebut tidaklah terlalu mendesak dan tidak mesti harus dipaksakan pelaksanaannya, terlebih harus mengabaikan prokes. Jika hal itu tidak ditindak, dikhawatirkan diwaktu yang lain akan ada oknum yang membuat acara keramaian ditengah pandemi serta tidak menghiraukan aturan yang telah dibuat. Sementara dilain sisi, pihak pemerintah, unsur terkait lainnya juga masyarakat harus bekerja keras serta berupaya dengan berbagai cara agar dapat memutuskan mata rantai penyebaran virus.

Pengurus yang membuat acara juga seharusnya tahu dan patuh serta taat terhadap peraturan protokol kesahatan yang ada. Bukan mengumpulkan masa dan melibatkan orang banyak ditengah wabah covid. Pembubaran kerumunan massa tersebut juga tertuang dalam maklumat Kapolri nomor Mak/2/III/2020 tentang kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan penyebaran virus Corona. Dalam maklumat itu, dijelaskan bahwa kegiatan pertemuan sosial, budaya, keagamaan dan aliran kepercayaan dalam bentuk seminar, lokakarya, sarasehan dan kegiatan lainnya yang bersifat sejenis. Kemudian kegiatan konser musik, pekan raya, festival, bazar, pasar malam, pameran dan resepsi keluarga juga akan dibubarkan kalau tidak sesuai dengan standar prokes.

“Kami sangat yakin,  pihak kepolisian tidak akan segan-segan untuk membubarkan keramaian tanpa izin agar wabah virus corona tidak semakin meluas di Abdya. Hal ini juga perlu perhatian semua kalangan, agar upaya memutus mata rantai virus Covid-19 dapat lebih optimal,” imbuhnya.(ag)