RSUTP Abdya Musnahkan Obat dan BHP Kedaluarsa


Foto: analisisnews.com/agus
DIMUSNAHKAN: Ragam jenis obat dan BHP yang telah kedaluarsa dimusnahkan pihak RSUTP Abdya, Jumat (20/11/2020).

BLANGPIDIE-Rumah Sakit Umum Tengku Peukan (RSUTP) Aceh Barat Daya (Abdya), Jumat (20/11/2020) melakukan pemusnahan obat dan barang habis pakai (BHP) yang telah kedaluarsa senilai Rp.2,5 miliar lebih yang merupakan sisa persediaan dari tahun 2011 hingga 30 Juni 2020. Proses pemusnahan itu berlangsung di halaman belakang RSUTP Abdya dengan cara dihancurkan menggunakan alat berat jenis tandem roller (kendaraan pemadat jalan).

Direktur RSUTP Abdya, dr Ismail Muhammad SpB mengatakan, obat-obatan dan bahan habis pakai yang telah kedaluarsa itu dimusnahkan untuk melindungi masyarakat dari bahaya disebabkan oleh penggunaan obat dan lain sebagainya. Proses pemusnahan dengan menghancur bentuk fisik obat serta BHP itu turut disaksikan sejumlah unsur terkait, seperti dari Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan dan Kesra Setdakab Abdya, Jamaluddin, pihak Kejari Abdya, kepolisian, Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Aceh serta sejumlah pihaknya lainnya.

“Semua jenis obat dan BHP yang kedaluarsa itu dihancurkan dan kemudian nantinya obat serta BHP yang telah hancur dikemas lengkap dengan segelnya untuk dikirimkan ke PT Wastec International di Tangerang guna proses pemusnahan terakhir,” ujarnya.

Ditambahkan, selama ini ragam jenis obat-obatan dan BHP yang tidak habis terpakai dimaksud disimpan di gudang penyimpanan dengan pengawasan ketat pihak rumah sakit. Tujuan pemusnahan obat dan BHP yang telah rusak dan kadaluarsa tersebut adalah untuk menghindari masyarakat dari terpapar produk yang tidak terjamin keamanan, khasiat atau manfaat dan mutunya akibat efek negatif dari produk-produk tersebut.

“Obat kedaluarsa memang seharusnya dimusnahkan dengan cara dibakar atau dirusak dulu kemasannya. Hal tersebut bertujuan agar obat kedaluarsa itu tidak disalahgunakan oleh orang yang tidak bertanggungjawab,” terangnya.

Pemusnahan obat merupakan kegiatan penyelesaian terhadap obat yang tidak terpakai karena kedaluarsa, rusak ataupun mutunya sudah tidak memenuhi standar. Obat yang rusak perlu segera dimusnahkan agar obat tersebut tidak dikonsumsi lagi. Mengkonsumsi obat yang telah rusak dapat menimbulkan bahaya bagi kesehatan bahkan dapat menyebabkan keracunan. Jika obat yang telah kedaluarsa terminum atau dikonsumsi, maka akan timbul efek yang tidak diinginkan dari obat tersebut, seperti hilangnya zat aktif, naiknya konsentrasi zat aktif, hilangnya keseragaman kandungan zat aktif, pembentukan hasil urai yang toksik (racun), dan menurunnya kualitas obat.

“Obat yang sudah kedaluarsa akan berbahaya jika dikonsumsi. Sebagian orang ada yang memiliki kebiasaan menyimpan obat di rumah. Namun, perlu diperhatikan bahwa obat yang disimpan tersebut harus senantiasa dalam kondisi baik sehingga layak dikonsumsi. Jika telah kedaluarsa, segera musnahkan,” paparnya didampingi Kabid Penunjang Medis RSUTP Abdya, Sukardi. (ag)