Darwati A Gani: Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak mulai dari Tingkat Gampong

Anggota DPRA Darwati A Gani

BANDA ACEH –Kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak maasih marak terjadi di Aceh. Bahkan, sering terjadi, kekerasan kerap dilakukan orang dekat korban. Untuk mengantisipasi hal itu, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Darwati A Gani mengatakan, upaya pencegahan dapat dilakukan mulai dari tingkat gampong (Desa).

“Masyarakat di tingkatan gampong perlu duduk bersama untuk mengenali dan membahas peristiwa-peristiwa kekerasan seksual yang terjadi di wilayahnya sehingga mereka bisa menyusun langkah-langkah untuk mencegahnya,” kata Darwati A Gani kepada analisisnews.com di Banda Aceh, Senin (23/11/2020).

Selain itu, Darwati mengatakan perlunya perlindungan kepada korban kekerasan seksual, agar tidak terus menyalahkan korban.  “Jangan menyalahkan mereka yang menjadi korban, karena atas alasan apapun kekerasan seksual adalah perbuatan keji yang tidak dibenarkan,” ujarnya.

Darwati menilai, upaya yang perlu dilakukan pemerintah adalah perlunya hukuman berat yang dapat memberikan efek jera kepada pelaku, sehingga kekerasan seksual tidak dengan mudahnya terus berulang di Aceh.

Seperti diketahui, belum lama ini DPRA bersama instansi terkait membentuk tim kecil penegakan hukum bagi pelaku kejahatan seksual dan fisik terhadap perempuan dan anak. Pembentukan tim ini berlangsung dalam rapat kerja di ruang rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRA, Selasa (17/11/2020).

Darwati A Gani mengatakan, kini dinas terkait sedang menyusun rencana aksi yang dilakukan tim untuk melihat dan mengkaji regulasi selama ini. “Setelah tim terbentuk pada 17 November lalu, saat ini Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Aceh selaku leading sector sedang menyusun action plan dan langkah-langkah yang akan dilakukan oleh tim guna melakukan kajian terhadap regulasi dan pelaksanaan penegakan hukumnya selama ini,” jelasnya. (Barlian)