Cegah Stunting, BKKBN Aceh Gelar Kegiatan Grebek di Simeulue

Cegah Stunting BKKBN Aceh Gelar Kegiatan Grebek di Simeulue
Analisisnews/istimewa: Kepala Perwakilan BKKBN Aceh, Sahidal Kastri bersama rombongan disambut dengan upacara tradisional penyambutan tamu di kabupaten Simeulue, saat berkunjung ke daerah ini beberapa hari lalu.

SINABANG – Dalam rangka mencegah stunting di Simeulue, Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) provinsi Aceh menggelar kegiatan Grebek Pasar (gerakan pemberdayaan keluarga pas sasaran) di daerah kepulauan itu beberapa hari lalu.

Seperti diketahui, angka stunting di kabupaten Simeulue di perkirakan mencapai angka 47 %. Angka tersebut termasuk tinggi di Aceh. Guna mengatasi angka tingginya stunting di daerah ini diperlukan kerja bersama bersinergi untuk mengatasinya melalui berbagai program BKKBN salah satunya kegiatan Grebek.

Bacaan Lainnya

Hal yang perlu diperhatikan bahwa, program seribu hari pertama kehidupan atau HPK di tujukan kepada ibu hamil dan ibu yang memiliki anak 2 tahun atau Balita. Selain itu juga, diperlukan persiapan matang berkeluarga bagi remaja. Disisi lain, oang tua juga perlu menerapkan pola dan persiapan dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia yang unggul.

Kegiatan Grebek Simeulue, menjadi salah satu upaya BKKBN Aceh, dalam rangka menuntaskan angka stanting di Simeulue.
Pembentukan kelompok remaja menjadi langka awal untuk menekan angka stunting.

Dalam kekunjungannya di kabupaten Simeulue, Kepala Perwakilan BKKBN Aceh bersama sejumlah pejabat di lingkungan BKKBN Aceh, juga terus memperomosikan program generasi berencana atau GenRe.
Progrm ini ditujukan kepada kaum remaja.

Kegiatan yang di buka kepala Perwakilan BKKBN Aceh Sahidal Kastri ini dilaksanakan selama lima hari, dengan melibatkan berbagai kalangan, mulai dari
Kelompok ibu hamil hingga remaja. Pada kesempatan yang sama, Sahidal Kastri Aceh juga sempat berkunjung ke sejumlah PLKB yang ada di kabupaten Simeulue.

Sementara itu kepala Bepeda kabupaten Simeulue, Zulfadli Abidin mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya sejak tahun 2020 untuk menurunkan harga stanting dan terus melakukan kaloborasi dengan BKKBN Aceh.

“Kabupaten Simeulue secara terintegrasi, kita sudah upayahkan sejak bulan Januari sampai dengan hari ini. Alhamdulillah atas dukungan baik dari instansi terkait, termaksuk pak Bupati, untuk penanganan stunting di kabupaten Simeulue,” ujar Zulfadli Abidin.

Dikatakannya, Pemkab Simeulue melakukan kerjasama dan terus berupaya menekan angka stunting secara maksimal. “Oleh karenanya kegiatan ini kita tingkatkan sehingga secara pelan-pelan stanting di Simeulue ini bisa kita tekan,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Perwakilan BKKBN Aceh, Sahidal Kastri, mengatakan, salah satu aspek penting menekan angka stunting adalah dengan pemberian ASI eksklusif.
“Secara kasat mata dan kearifan lokal kita di Aceh ini yang penting diperhatikan adalah pemberian ASI kepada anak. Selanjutnya juga kasih sayang kepada ibu hamil sehingga janinnya bisa tumbuh normal. Untuk jangka panjang adalah pentingnya pendidikan pra nikah, kalau ini kita lakukan maka stunting ini bisa kita cegah,” katanya.

Sahidal mengatakan, terdapat dua faktor utama penyebab stunting, yaitu faktor nutrisi dan gizi dan faktor pola asuh. Oleh sebab itu penting mengkampanyekan tentang pendewasaan usia perkawinan, mengatur jarak kelahiran, serta pendidikan pra nikah. (Barlian)