Kuliah di Tunisia, Inaz Ghalda: Tunisia Banyak Tertarik dengan Keragaman Budaya Indonesia

Kuliah di Tunisia, Inaz Ghalda: Tunisia Banyak Tertarik dengan Keragaman Budaya Indonesia
Muhammad Sulthan Izzudin (dari kiri) Inaz Ghalda (dua dari kiri) bersama Direktur Wataniya TV (Tv nasional Pemerintah Tunisia) dan dua orang teman Indonesia lainnya di Wataniya TV. Senin (21/12/2020).

 TUNISIA – Negara Tunisia merupakan salah satu negara dengan penduduknya kebanyakan orang Arab, namun demikian, negara ini juga banyak tertarik dengan keragaman budaya Indonesia.

Hal ini disampaikan oleh Inaz Ghalda, mahasiswi asal Aceh yang sedang menempuh pendidikan Magister Jurusan Dialog Budaya di Zaitunah University, Tunis.

Bacaan Lainnya

“Tunisia banyak tertarik dengan keragaman budaya Indonesia, baik dari segi adat istiadat, makanan, ekonomi, apalagi pariwisata,” kata Inaz, kepada analisisnews.com, Selasa (22/12/2020).

Diketahui, mahasiswi alumni Sastra Arab tahun 2016 UIN Ar-Raniry ini sempat mempromosikan kerawang Gayo pada kegiatan kebudayaan Indonesia di stasiun TV nasional di Wataniya TV Tunisia, Senin kemarin, 21 Desember 2020.

 “Kemarin itu Acara memperingati 60 th hubungan diplomatik Indonesia dan Tunis, jadi memperkenalkan budaya-budaya Indonesia disini seperti tahun-tahun sebelumnya, acara seni budaya Indonesia diundang ke kota-kota besar disini. Tapi karna pandemic jadi beberapa event ditiadakan,” jelas Inaz kelahiran Sigli, 19 September 1994 ini.

Maka dari itu, lanjutnya melalui WhatsApp, banyak negara tersebut melakukan pertukaran budaya, termasuk kegiatan-kegiatan diplomasi seperti pengenalan baju adat seperti ini.

“Sehingga kita harus siap menjelaskan filosofi-filosofi yang terkandung didalam corak jahitan baju adat ini,” terangnya yang juga merupakan alumni Pendidikan Bahasa Inggris tahun 2018 di UIN Ar-Raniry Banda Aceh tersebut.

Inaz mengenakan kerawang Gayo pada acara tersebut didampingi oleh temannya Muhammad Sulthan Izzudin. (Jun)