Usai Dibangun Tahun 2019 Lalu, Pasar Manggeng Belum Difungsikan

Usai Dibangun Tahun 2019 Lalu, Pasar Manggeng Belum Difungsikan
Foto: analisisnews.com/agus BELUM DIFUNGSIKAN: Pasar rakyat yang berlokasi di kawasan Desa Kedai, Kecamatan Manggeng, Abdya usai dibangun tahun 2019 lalu hingga saat ini belum difungsikan, Rabu (23/12/2020).

BLANGPIDIE-Pasar rakyat yang berlokasi di pinggir jalan nasional Desa Kedai Kecamatan Manggeng Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) usai dikerjakan tahun 2019 lalu, hingga saat ini belum difungsikan. Padahal, anggaran yang terserap guna menyukseskan pembangunan pasar tersebut mencapai miliaran rupiah, yakni bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) sekitar Rp. 1,7 miliar dan TP APBN tahun 2019 yang mencapai Rp.3,6 miliar.

Sejumlah warga setempat termasuk para pedagang mengira kalau pasar itu akan segera berfungsi paling tidak dipertengahan tahun 2020. Akan tetapi, hingga dipenghujung tahun belum juga nampak difungsikan bahkan diresmikan. Dikhawatirkan, jika terlalu lama tidak difungsikan, tentu akan banyak bagian bangunan pasar yang rusak.

“Harapan kami pasar ini bisa segera difungsikan di awal tahun 2020 atau di pertengahan tahun. Namun hingga saat ini belum ada tanda-tanda akan dibagikan,” papar salah seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya, Rabu (23/12/2020).

Pihaknya berharap, pemerintah segera menfungsikan pasar itu agar aktivitas pasar bisa kembali seperti biasa. Sebab selama proses pengerjaan berlangsung hingga sekarang, para pedagang harus berjualan di lokasi lain yang tidak jauh dari lokasi pasar. Disisi lain, fungsi pasar itu juga bisa meningkatan pendapatan masyarakat bawah bahkan menengah ke atas. Warga yang sehari-hari mencari bahan kebutuhan rumah tangga akan secara langsung bisa mendapatkannya di pasar karena lokasinya sangat terjangkau.

“Jika pasar ini telah difungsikan, geliat perekonomian mesyarakat di Manggeng akan lebih ramai. Apalagi berada tepat di pinggir jalan nasional,” tuturnya.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koporasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag) Abdya, Nelly Aswan mengaku kalau pasar itu akan segera difungsikan pada awal tahun 2021 mendatang. Menurutnya, sejauh ini tidak ada kendala ataupun masalah dengan pengoperasian pasar tersebut. Meski telah selesai dibangun pada tahun 2019 lalu, tapi perlu dikaji dulu aturan proses pelaksanaannya hingga hampir berakhir tahun 2020 ini.

“Januari tahun 2021 nanti pasar itu sudah difungsikan, bahkan calon penyewa pasar itu juga sudah ada. Saat ini kami tinggal menunggu surat keputusan (SK) yang harus diteken oleh Bupati, yakni terkait penetapan penyewa kios serta retribusi pasar. Kalau sudah siap, langsung kami fungsikan,” paparnya.

Dijelaskan kalau pasar itu dibangun menggunakan dua pos anggaran yakni DAK APBK tahun 2019 senilai Rp.1,7 miliar lebih dengan jumlah kios 20 unit, ditambah dari dana TP APBN tipe D senilai Rp.3,6 miliar yang dilengkapi dengan 9 unit kios, 1 unit kios ATM dan 96 meja los pasar. Untuk proses pengelolaan pasar itu nantinya akan diserahterimakan kepada pihak kecamatan dan menjadi pendapatan asli daerah (PAD) Kecamatan Manggeng.

“Pengelolaan pasar akan diserahkan ke pihak Kecamatan Manggeng, termasuk pengawasannya,” pungkasnya. (ag)