WALHI Aceh Minta Aktivitas Galian C Ilegal Ditertibkan

WALHI Aceh Minta Aktivitas Galian C Ilegal Ditertibkan
Direktur Eksekutif WALHI Aceh, Muhammad Nur

BLANGPIDIE-Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Aceh, meminta pihak pemerintah dan aparat penegak hukum untuk menertibkan aktivitas galian C ilegal di kawasan Aceh Barat Daya (Abdya), salah satunya di kawasan Krueng Baru yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Aceh Selatan.

Direktur Eksekutif WALHI Aceh, Muhammad Nur, kepada wartawan Rabu (23/12/2020) mengatakan, pihak pemerintah harus bersikap tegas dan serius, untuk menertibkan galian C ilegal di kawasan daerah aliran sungai (DAS) Krueng Baru, yang mengakibatkan terjadinya erosi dan berdampak buruk terhadap pemukiman penduduk.

Terkait kondisi itu, masyarakat yang tinggal dekat dengan kawasan itu sudah mulai resah, dengan adanya galian C tanpa izin di sekitar bantaran sungai. Hal itu menunjukan bahwa pemerintah tidak pernah serius, untuk menertibkan galian C ilegal, yang berada di kawasan DAS Krueng Barue. Pada dasarnya, aturan sudah memberikan batasan, untuk tidak melakukan kegiatan sempandan sungai dan kawasan pelindung banjir, sebagaimana dituangkan dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 38 tahun 2011 tentang sungai, Pasal (2) Dalam hal di dalam sempadan sungai, terdapat tanggul untuk kepentingan pengendali banjir, perlindungan badan tanggul dilakukan dengan larangan menanam tanaman selain rumput, mendirikan bangunan dan mengurangi dimensi tanggul.

“Karenanya kami saat ini menunggu keseriusan dan ketegasan pemerintah, dalam menertibkan aktivitas galian C ilegal di Abdya,” paparnya.

Sebagaimana diketahui, akibat aktivitas galian C ilegal dimaksud, sudah sangat meresahkan warga yang berdomisili di sepanjang DAS Krueng Baru. Bahkan, akibat galian C ilegal itu, telah banyak tebing sungai yang terkikis yang berujung terjadinya erosi serta mengancam kawasan pemukiman penduduk seperti di Desa Geulanggang Batee, Kuta Paya, Ujung Tanah, Kecamatan Lembah Sabil, Abdya, serta Desa Suak Lokan dan Desa Pulo Ie Kecamatan Labuhan Haji Barat, Aceh Selatan.(ag)