Terseret Arus, Jasad Udin Ditemukan Mengapung di Sungai

Terseret Arus, Jasad Udin Ditemukan Mengapung di Sungai
Foto: analisisnews.com/agus EVAKUASI: Sejumlah warga mengvakuasi jasad Udin yang hilang terseret arus sungai di Desa Cot Jeurat, Kecamatan Blangpidie, Senin (28/12/2020).

BLANGPIDIE-Udin Saputra (45) warga Desa Babah Lhueng, Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Senin (28/12/2020) ditemukan tidak bernyawa dan mengapung di sungai kawasan Desa Cot Jeurat, Kecamatan Blangpidie sekira pukul 11.30 WIB setelah dikabarkan hilang terseret arus sungai 18 hari lalu. Jasad korban mengapung terlihat pertama sekali oleh salah satu warga yang sedang mengupas kelapa dipinggir sungai.

“Sesaat melihat ada jasad yang mengapung di sungai, saya langsung memberitahukan warga lainnya untuk segera melakukan evakuasi,” ujar Dani salah satu warga setempat.

Korban mengapung dalam kondisi masih utuh lengkap dengan pakaian yang dikenakannya pada saat hilang dulu pada Kamis (10/12/2020) sekira pukul 17.00 WIB sore di kawasan Krueng Beukah atau 1,5 km dari lokasi bendungan  Desa Panton Kecamatan Blangpidie.

Warga yang menyaksikan jasad korban mengapung langsung menghubungi pihak Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Abdya. Dibantu warga dan pihak keamanan lainnya, korban berhasil dievakuasi dan langsung dibawa pulang ke rumah duka. Seperti diketahui, Udin Saputra merupakan seorang pekebun yang sedang pulang bersama rekannya dari areal pergunungan. Pada saat hendak menyebrangi Krueng Beukah, korban terseret arus ganas sungai tersebut. Sementara rekan korban yang diketahui bernama Satria (18) warga desa yang sama berhasil selamat meski sempat memberi pertolongan kepada korban.

Karena arus air sangat deras ditambah dengan cuaca buruk, korban hanyut terseret arus dan baru ditemukan jasadnya setelah 18 hari dilaporkan hilang. Tim gabungan pada saat itu terus berupaya mencari korban siang dan malam meski dalam kondisi cuaca yang tidak menentu. Berbagai upaya telah dilakukan warga setempat termasuk menggelar doa bersama agar korban bisa segera ditemukan.

“Saat ini korban sudah ditemukan. Setelah dievakuasi, korban langsung dibawa pulang ke rumah duka di Desa Babah Lhueng, Blangpidie,” kata Ferdi selaku pengelola Pusdalops BPBK Abdya. (ag)