Bupati Aceh Besar Luncurkan Bus Trans Jantho

Bupati Aceh Besar Luncurkan Bus Trans Jantho
PEUSIJUEK: Wakil Bupati Aceh Besar, Tgk. H Husaini A Wahab disaksikan Bupati Mawardi Ali, sedang mempeusijuek Bus Trans Jantho saat peluncuran Bus dan belasan kenderaan operasional di halaman parkiran Mall Pelayanan Publik Aceh Besar di kawasan Lambaro, Selasa (29/12/2020). (Analisisnews.com/Barlian)

KOTA JANTHO – Bupati Aceh Besar Ir H Mawardi Ali bersama Wakil Bupati (Wabup) Tgk. H. Husaini A Wahab, meluncurkan 2 unit Bus Trans Jantho dan belasan mobil operasional dinas terkait, di halaman parkiran Mall Pelayanan Publik Aceh Besar di kawasan Lambaro, Selasa (29/12/2020). Bus Trans Jantho ini akan menghubungkan Kota Jantho dengan sejumlah daerah di Aceh Besar, seperti Blang Bintang dan Lambaro.

Usai peluncuran, dirangkai dengan Peusijuek (tepung tawar) oleh Tgk. H. Husaini A Wahab atau akrab disapa Waled Husaini. Setelah selesai peluncuran, Bus langsung diuji coba ke kota Jantho melalui jalur Tol, yang nantinya juga merupakan rute operasional Bus Trans Jantho.

Bacaan Lainnya

Bupati Aceh Besar, Ir. H Mawardi Ali mengatakan, Bus Trans Jantho diluncurkan untuk mempermudah akses transportasi menuju kota Jantho sebagai ibukota kabupaten Aceh Besar. Selain itu, juga menghidupkan kota Jantho sebagai kota wisata dan pendidikan.

Mawardi mengatakan, bila nantinya, minat masyarakat tinggi terhadap Bus Trans Jantho, kedepan akan ditambah armadanya.
“Dilaunching ini untuk melihat pasarnya dulu, dan kita buka rutenya melalui jalur tol, supaya masyarakat bisa tertarik. Kita berharap kepada masyarakat Aceh Besar, Banda Aceh dan sekitarnya lebih baik naik Bus, karena selain tidak bikin macet, dan yang paling penting adalah gratis,” kata Bupati, disambut tepuk tangan para undangan.

Diungkapkan, tahun pertama dilaunching 2 unit Bus dulu dan akan dilihat perkembangannya. Sementara, untuk jadwal, kata Bupati, Bus Trans Jantho akan beroperasi di pagi hari dan menjelang siang. Pada pagi hari bisa dimanfaatkan oleh para ASN untuk berangkat kerja ke Jantho.

Selanjutnya, bisa juga dimanfaatkan para mahasiswa Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) Aceh yang kampusnya berada di pusat kota Jantho dan mempermudah masyarakat yang hendak ke kota Jantho.

Selain itu, di Jantho juga terdapat pesantren dan sekolah yang dinilai sangat membutuhkan transportasi. Tampak, dalam launching itu, terparkir Dua Bus Trans Jantho, bus Sekolah, sejumlah ambulans, damkar, dan kenderaan operasional lainnya yang dianggarkan tahun 2020 ini.

Bupati Mawardi Ali juga berpesan, bahwa semua kenderaan operasional dinas yang ikut diadakan pada tahun ini, digunakan hanya untuk kepentingan publik dan operasional pemerintah saja. “Ini dibeli untuk operasional dan tidak ada pembelian mobil untuk pejabat, semua kita gunakan untuk publik, untuk mendukung operasional pemerintah,” ujarnya.

Sebelumnya, Plt. Sekda Aceh Besar, Abdullah S.Sos mengatakan, totalobil yang diluncurkan sebanyak 15 unit, termasuk Bus Trans Jantho. Dikatakan, pentingnya bus menuju kota Jantho, karena ibukota kabupaten Aceh Besar itu, sebagai pusat administrasi pemerintahan. “Jadi, tidak ada kendala lagi masyarakat Aceh Besar untuk datang ke ibu kota kabupaten Aceh Besar dalam rangka mengurus sesuatu yang dibutuhkan. Rutenya lewat jalan tol,” kata Abdullah.

Sementara itu, Wabup Aceh Besar, Husaini A Wahab, usai peluncuran mengatakan, semua kenderaan operasional yang dibeli sangat penting untuk menunjang aktivitas. Dia juga berharap agar kenderaan tersebut dirawat dan dijaga. Disisi lain, dia berharap agar semua Anggota DPR-RI dari Aceh dapat memperhatikan Aceh Besar dalam hal mendukung operasional dan pelayanan publik di daerah itu.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu, Aceh Besar mendapat satu unit mobil perpustakaan keliling dari Perpustakaan Nasional. Mobil tersebut merupakan usulan Anggota komisi X DPR-RI Illiza Sa’aduddin Djamal. “Kita patut bersyukur kepada Allah bahwa kita dapat melaunching kenderaan operasional dan Bus Trans Jantho. Mari kita gunakan dan manfaatkan untuk mempermudah akses transportasi,” kata Waled yang juga ulama kharismatik di Aceh itu.

Hadir dalam peluncuran itu, ketua Komisi 2 DPRK Aceh Besar, Mursalin SHI, para kepala OPD, sejumlah camat, unsur TNI-Polri, Organda kabupaten Aceh Besar, dan hadir juga kepala kantor pertanahan kabupaten Aceh Besar dan sejumlah pejabat terkait lainnya. (Barlian)