Lama Dinantikan, Jembatan Krueng Teukuh Mulai Difungsikan

  • Whatsapp
Lama Dinantikan, Jembatan Krueng Teukuh Mulai Difungsikan
Foto: analisisnews.com/agus DIFUNGSIKAN: Jembatan penyeberangan rangka baja Kreung Teukuh kawasan Desa Lama Tuha Kecamatan Kuala Batee, Abdya rampung dikerjakan dan mulai difungsikan, Senin (11/1/2021).

BLANGPIDIE-Jembatan penyeberangan rangka baja Kreung Teukuh kawasan Desa Lama Tuha Kecamatan Kuala Batee Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mulai difungsikan. Pengerjaan jembatan sepanjang 60 meter itu dimulai sejak Oktober 2020 lalu dan saat ini jembatan itu telah dimanfaatkan oleh kalayak ramai untuk hilir mudik ke kebun.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Abdya, Ir Much Tavip MM kepada wartawan, Senin (11/1/2021) mengatakan, sejauh ini tidak ada kendala dalam pelaksanaan pembangunan jembatan tersebut. Bahkan pemasangan rangka baja jembatan yang menyerap anggaran Rp 12, 117 miliar sumber APBA-Otsus Pemerintah Aceh tahun 2020 itu berjalan dengan lancar.

“Mulai dikerjakan sejak Oktober 2020 oleh oleh pelaksana atau penyedia pekerjaan jembatan rangka baja Krueng Teukueh, PT Multi Putra Inti, Kota Banda Aceh,” ujarnya.

Pengerjaan pemasangan rangka baja jembatan tersebut  menggunakan sistem cantilever dengan rangka baja pembebanan sepanjang 40 meter dan pengerjaannya berjalan sesuai dengan target. Pemasangan rangka baja jembatan langsung dari sisi sungai arah Drien Leukiet, Desa Blang Makmur  menuju seberang kawasan Desa Lama Tuha, tanpa menggunakan tiang pancang di tengah sungai seperti pemasangan jembatan yang pernah dilakukan sebelumnya. Pemasangan seperti ini bisa dilaksanakan karena ada rangka baja pembeban. Rangka baja pembeban itu akan dibuka kembali, setelah pemasangan rangka baja jembatan tersambung ke seberang sungai.

Seperti diketahui, pembangunan jembatan itu sempat gagal dibangun pada tahun 2019 lalu. Padahal, masyarakat setempat sudah sangat berharap jembatan itu, segera dibangun untuk kelancaran transportasi menuju lahan pertanian dan perkebunan. Diawal kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Akmal-Muslizar, jembatan tersebut telah masuk dalam anggaran Dana Alokasi Khusus Aceh (Doka) atau Otsus 2018 sebesar Rp 10 Miliar. Sayangnya, anggaran yang telah disepekati itu berubah di tengah jalan, dan dialihkan untuk pembangunan jembatan Mancang Riek di Kecamatan Setia kabupaten setempat dengan anggaran Rp 10 miliar. Anggaran Rp 10 miliar itu, rencananya untuk pengadaan rangka baja sepanjang 105 meter, biaya pemasangan dan pengecoran lantai jembatan.

Pengadaan jembatan yang mencapai 105 meter itu, dilakukan mengingat pemasangan jembatan Krueng Teukuh akan dilakukan dengan sistem cantilever atau tanpa perancah bawah, sehingga dibutuhkan rangka lebih panjang atau lebih 40 meter sebagai pemberat.

Sebelumnya di tahun 2012 lalu, jembatan Krueng Teukuh tersebut juga pernah diupayakan pembangunannya, namun kemudian terhenti akibat terjadinya pemutusan kontrak. Akan tetapi, pembangunannya kembali dilanjutkan pada tahun 2016, menggunakan anggaran APBK sekitar Rp 7,2 miliar.  Sayangnya, saat pemasangan jembatan rangka baja sudah mencapai 50 meter dari total panjang 60 meter, jembatan tersebut ambruk, akibat air hujan yang membawa potongan kayu, dan pohon sawit kemudian menghantam tiang penyanggah rangka baja tersebut. Tidak diketahui pasti, tiang penyanggah dari pohon kelapa itu dengan mudah roboh, sehingga rangka baja itu ambruk ke dasar sungai hingga saat ini rangka baja itu tidak berhasil diangkat, dan kini rangka baja itu menjadi mubazir.(ag)

Pos terkait