Miliki Ganja Dua Warga Abdya Ditangkap

BLANGPIDIE-Satuan Reserse Narkoba Polres Aceh Barat Daya (Abdya) berhasil menangkap dua tersangka pemilik ganja kering di dua lokasi yang berbeda dalam kawasan Kecamatan Kuala Batee, kabupaten setempat, Senin (11/1/2021).
Kapolres Abdya AKBP Muhammad Nasution SIK melalui Kabag Ops AKP Haryono SE didampingi Kasat Narkoba Iptu Mahdian Siregar dan Kasubbag Humas Iptu Usman T dalam jumpa pers di halaman Mapolres setempat mengatakan,  penangkapan kedua pemilik dan pengedar ganja kering itu berawal dari sebuah informasi yang menyatakan kalau di kawasan setempat akan dilakukan transaksi ganja. Berbekal informasi tersebut, Satres Narkoba melakukan penyisiran ke TKP awal di Desa Alue Padee, Kecamatan Kuala Batee.
Sekira pukul 00.30 WIB dini hari, Satres Narkoba mengamankan seorang pria paruh baya berinisial Ag (44) yang merupakan warga setempat di kediamannya.  Setelah digeledah, dari tangan pria tersebut petugas mendapatkan barang bukti ganja kering sebanyak enam (6) bungkus dengan berat total 73,16 gram.
“Pada awalnya tersangka tidak mengaku, namun upaya polisi terus melakukan pemeriksaan hingga tersangka mengaku dan menunjukkan lokasi barang haram tersebut disimpan,” ujarnya.
Lebih lanjut dikatakan, mendalami keterangan dari tersangka Ag, pengedar ganja kering lainnya berhasil juga diringkus. Sekira pukul 04.30 WIB jelang subuh, Satres Nakorba mengamankan seorang nelayan berinisial Su (52) di Desa Lhueng Geulumpang, Kecamatan Kuala Batee juga merupakan warga setempat. Dari tangan Su, Satres Narkoba kembali menemukan barang bukti yang sama sebanyak 6 bungkus dengan berat keseluruhan 90,83 gram. Jadi total keseluruhan barang bukti yang ditemukan dari kedua tersangka sebanyak 163,99 gram.
Kedua yang ketika itu juga dihadirkan dalam jumpa pers sempat memberikan keterangan kepada petugas Res Narkoba. Dari keterangan mereka, ganja kering yang mereka dapat itu didatangkan dari luar Abdya.  Atas perbuatan menjadi pengedar narkoba itu, kedua tersangka dijerat dengan pasal 111 ayat (1) sub pasal 114 ayat (1) sub pasal 127 ayat (1) dari Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancama penjara paling lama 12 tahun dan denda maksimal Rp.8 miliar. (ag)