KSM Bineh Rimba Prihatin, Jalan Kawasan Proklim Rusak Parah

KSM Bineh Rimba Prihatin, Jalan Kawasan Proklim Rusak Parah
Inisiator Kolompok Swadaya Masyarakat (KSM) Bineh Rimba, TM Daod Yuska

BLANGPIDIE-Jalan di kawasan desa Program Kampung Iklim (Proklim) tepatnya di Desa Padang Kecamatan Manggeng Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) memperihatinkan. Pasalnya, jalan yang menjadi akses vital bagi pekebun setempat sudah rusak parah dan serta sulit untuk dilalui.

Inisiator Kolompok Swadaya Masyarakat (KSM) Bineh Rimba, TM Daod Yuska didampingi Ketua KSM Bineh Rimba Devi Zulrafli, Senin (18/1/2021) mengaku prihatin dengan kondisi jalan tersebut. Karenanya, KSM Bineh Rimba berharap pemerintah setempat dapat memperbaiki jalan dimaksud agar bisa dilalui kendaraan serta mudah dilalui pejalan kaki. Sebab pekebun di wilayah Dusun Lhok Batee Intan, Desa Padang, Ladang Panah dan Lhok Puntoy, Kecamatan Manggeng menjadikan jalan tersebut sebagai akses pengangkutan hasil panen.

Kelompok peduli lingkungan di Abdya itu, sangat menyesalkan jika pemerintah tidak peduli dengan akses jalan di kawasan Proklim yang sempat mendapat penghargaan predikat utama dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada akhir tahun 2020 lalu.  Bahkan baru-baru ini, KSM Bineh Rimba secara sukarela menggandeng beberapa komunitas untuk melakukan tanam pohon buah demi menjaga ekosistem di kawasan lindung dan konservasi Gunung Lauser. Pohon-pohon buah jenis Alpokat, Rambutan dan Jambu itu, ditanami sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Manggeng yang berdampingan langsung dengan hutan lindung Gunung Lauser.

“Sejumlah kegiatan yang sudah kami lakukan itu sangat positif dan kami berharap pemerintah dapat memperhatikan dan memperbaiki kondisi akses jalan dalam kawasan setempat. Apalagi jalan itu sangat penting untuk keberlangsungan ekonomi masyarakat,” paparnya.

Menurutnya, jalan perkebunan yang menembus kawasan pegunungan Ladang Panah dan Lhok Puntoy itu, sudah sulit dilalui masyarakat. Bukan saja kendaraan, pejalan kaki saja hampir tidak mungkin untuk melewati jalan sepanjang 700 meter itu, sebab sudah mulai terjal akibat longsor pasca dibangun pada tahun 2012 silam.

“Kondisi badan jalan sudah banyak yang putus. Ada beberapa titik yang perlu dibangun jembatan, karena tidak mungkin lagi dilalui sebab sudah lama tidak ada peningkatan pasca selesai dibangun,” tuturnya.

Jika jalan tersebut diperbaiki, maka akses ke kebun warga sudah semakin dekat dan tidak memakan waktu lama. Sejauh ini pihaknya prihatin, lantaran ada warga harus mencari jalan alternatif lain hingga berputar-putar ratusan meter. Terkadang ada juga warga yang terpaksa melintasi semak belukar bahkan sempat melalui tempat persembunyian babi hutan untuk mencapai ke kebunnya.

“Harapan kami jalan ini segera dilakukan peningkatan, sehingga petani dan pekebun mudah saat mereka hilir mudik,” pungkasnya.(ag)