Rampungnya Jembatan Rangka Baja Krueng Teukuh Diapresiasi

Rampungnya Jembatan Rangka Baja Krueng Teukuh Diapresiasi
Mantan Wakil Sekretaris Pemekaran Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) Suprijal Yusuf SH

BLANGPIDIE-Mantan Wakil Sekretaris Pemekaran Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) Suprijal Yusuf SH, Selasa (2/2/2021) mengapresiasi kebijakan Gubernur Aceh Ir Nova Iriansyah hingga menuntaskan pekerjaan pembangunan jembatan Krueng Teukuh di Desa Lama Tuha, Kecamatan Kuala Batee kabupaten setempat.

Sufrizal Yusuf yang juga tokoh masyarakat Abdya serta mantan wartawan senior ini mengatakan, rampungnya jembatan yang menjadi dambaan kalangan petani sawit di Abdya itu dapat memberikan dampak positif untuk peningkatan ekonomi masyarakat setempat. Selain memudahkan petani yang hilir mudik ke lokasi perkebunan, jembatan itu juga sangat membantu dalam proses pengangkutan hasil panen, seperti tandan buah segar (TBS) sawit, pinang, pisang dan lainnya.

“Hadirnya jembatan itu membawa angin segar bagi masyarakat Abdya. Harga TBS sawit jadi meningkat dan menguntungkan petani. Sebelum jembatan itu ada, pengangkutan hasil kebun sangat menyusahkan petani, bahkan juga berpengaruh pada harga yang harus dipangkas dengan sejumlah ongkos,” ujarnya.

Disamping itu, dia juga berharap jalan menuju jembatan Krueng Teukuh harus diaspal agar sarana transportasi menjadi lancar. Saat ini, kondisi jalan masih rusak dan banyak lubang menganga, sehingga perlu dilakukan peningkatan jalan.

Gubernur Aceh, Nova Iriansyah wacananya akan meresmikan jembatan rangka baja Krueng Teukuh di kawasan Desa Lama Tuha, Kecamatan Kuala Batee Kabupaten Abdya pada Rabu (3/2/2021). Pengerjaan jembatan sepanjang 60 meter itu dimulai sejak Oktober 2020 lalu dan saat ini jembatan itu telah rampung dan sudah bisa dilewati kendaraan.  Dengan diresmikannya penggunaan jembatan dimaksud, gairah pertumbuhan ekonomi di Abdya semakin meningkat, sebab akses petani yang hilir mudik ke kebun menjadi lebih mudah termasuk saat membawa hasil kebun.

Seperti diketahui, sejauh ini tidak ada kendala dalam pelaksanaan pembangunan jembatan tersebut. Bahkan pemasangan rangka baja jembatan yang menyerap anggaran Rp 12,117 miliar sumber APBA-Otsus Pemerintah Aceh tahun 2020 itu berjalan dengan lancar. Proyek itu dikerjakan sejak Oktober 2020 oleh PT Multi Putra Inti, Kota Banda Aceh. Pengerjaan pemasangan rangka baja jembatan tersebut  menggunakan sistem cantilaver dengan rangka baja pembebanan sepanjang 40 meter dan pengerjaannya berjalan sesuai dengan target. Pemasangan rangka baja jembatan langsung dari sisi sungai arah Drien Leukit, Desa Blang Makmur  menuju seberang kawasan Desa Lama Tuha, tanpa menggunakan tiang pancang di tengah sungai seperti pemasangan jembatan yang pernah dilakukan sebelumnya.(ag)