Tumpukan Pasir Picu Kesemrawutan PPI Ujung Serangga

Tumpukan Pasir Picu Kesemrawutan PPI Ujung Serangga
Foto: analisisnews.com/agus SEMRAWUT: Tumpukan pasir bekas galian kolam labuh yang dikerjakan tahun 2016 lalu di kompleks PPI Ujung Serangga Kecamatan Susoh, Abdya membuat kondisi kompleks dimaksud semakin semrawut, Senin (8/2/2021).

BLANGPIDIE-Sejumlah titik tumpukan pasir bekas galian kolam labuh yang dikerjakan tahun 2016 lalu di kompleks pelabuhan pendaratan ikan (PPI) Ujung Serangga Kecamatan Susoh Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) membuat kondisi kompleks dimaksud semakin semrawut.

M Nasir salah seorang warga kepada wartawan Senin (8/2/2021) mengatakan, pascaadanya tumpukan pasir bekas pengerukan kolam labuh yang berada dalam kompleks PPI Ujung Serangga tersebut, membuat kondisi PPI semakin semrawut dan merusak pandangan. Sebab, tumpukan pasir dengan ketinggian lebih dari 1 meter itu telah membuat terganggunya jarak pandang pengedara yang keluar masuk kompleks PPI. Selain itu, tumpukan pasir yang telah ada sejak tahun 2016 lalu itu telah ditumbuhi rumput liar yang menjadikan kompleks PPI semakin kotor.

“Sebaiknya tumpukan pasir ini segera dipindahkan oleh instansi terkait. Sejak adanya tumpukan itu, kerap terjadi lakalantas lantaran jarak pandang pengendara terganggu,” paparnya kepada wartawan usai berbelanja ikan di kawasan tersebut.

Sejauh ini, kompleks PPI Ujung Serangga tidak hanya sebagai lokasi pendaratan ikan, jual beli ikan serta aktivitas para nelayan saja, namun juga salah satu lokasi objek wisata yang saban hari ramai dikujungi warga Abdya maupun luar Abdya. Sehingga kerapian dan keindahan lokasi harus tetap terjaga. Terlebih lagi, geliat perekonomian warga sangat jelas terlihat, sehingga tidak diherankan lagi lokasi ini tetap ramai sejak pagi hingga malam.

Lebih lanjut ditambahkan, meski manjadi lokasi yang strategis dibidang perekonomian dan wisata, upaya pengelolaan yang baik tidak ada. Hal tersebut terbukti dengan keberadaan tumpukan pasir di beberapa titik yang dibiarkan begitu saja sejak tahun 2016 lalu. Selain itu, sampah yang berserakan termasuk di setiap saluran air telah membuat kondisi PPI semakin parah dan terkesan kumuh.

Ali penjual ikan keliling juga menginginkan agar tumpukan pasir itu dipindahkan, agar pengendara lebih leluasa saat keluar masuk kompleks PPI. Selain itu, keindahan PPI akan kembali seperti semula serta lebih rapi dan tertata.

“Mudah-mudahan ada solusi mengenai tumpukan pasir itu. Kami kerap melakukan gotong royong bahkan pihak kabupaten, TNI Polri juga kerap membersihkan kompleks ini. Namun sayangnya pihak Provinsi Aceh selaku penanggungjawab PPI terkesan membiarkan kondisi ini. Dikompleks ini ada beberapa simpang yang rawan terjadi tabrakan akibat pandangan terhalang tumpukan pasir, jadi perlu diupayakan penyelesaiannya,” pungkasnya.

Untuk diketahui, PPI Ujung Serangga sebenarnya bukanlah tanggungjawab kabupaten lagi. Hal itu sesuai dengan turunan dari Undang-Undang nomor 23 tahun 2014, tentang kewenangan pemerintah daerah. Dalam undang-undang itu disebutkan, anggaran dan pengelolaan PPI menjadi wewenang dan tanggungjawab pemerintah Provinsi dan Pusat.(ag)