Pemadaman Titik Api di Areal Perkebunan Terus Diupayakan

Pemadaman Titik Api di Areal Perkebunan Terus Diupayakan
Foto: analisisnews.com/agus TITIK API: Satu titik api yang masih tersisa di kawasan perkebunan jalan lebar 30 Kecamatan Babahrot, Abdya usai dilakukan upaya pemadaman beberapa titik api oleh tim gabungan BPBK, TNI, Polri termasuk warga setempat, Jumat (19/2/2021).

BLANGPIDIE-Pemadaman titik api yang terjadi di kawasan perkebunan jalan lebar 30 Kecamatan Babahrot Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) terus diupayakan. Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Abdya, personel TNI Kodim 0110/Abdya, personel Polres Abdya, hingga kalangan masyarakat bahu membahu untuk memadamkan titik api termasuk titik asap di lokasi dimaksud.

Kepala BPBK Abdya, Amiruddin kepada wartawan Jumat (19/2/2021) mengatakan, sejauh ini upaya pemadaman titik api di kawasan perkebunan di areal jalan lebar 30 Kecamatan Babahrot terus dilakukan.  Dari beberapa titik api yang muncul, berkat kerjasama tim dalam beberapa hari terakhir, saat ini tersisa satu titik api yang posisinya lebih jauh dari badan jalan kawasan perkebunan dan sulit untuk dijangkau oleh petugas. Hal itu dikarenakan, jarak titik api tidak bisa dijangkau oleh selang air armada pemadam kebakaran milik BPBK Abdya.

“Perlu dilakukan peyambungan selang air armada pemadam kebakaran. Alat penyambungnya sudah kami pesan dan besok alat tersebut akan sampai di Abdya. Jika alat tersebut telah dipasang dan dilakukan penyambungan selang air, kami akan kembali mengupayakan pemadaman titip api tersebut. Proses pemadaman juga dibantu dua unit alat berat dan beberapa mesin pompa air,” ujarnya.

Terkait kondisi itu dia mengingatkan seluruh warga Abdya untuk tidak membakar hutan dan lahan di musim kemarau, termasuk melakukan pembakaran sampah yang dapat berujung pada bencana kebakaran. Jika terjadi kebakaran di lahan gambut maupun lahan perkebunan termasuk hutan, biasanya api cepat merambat, apalagi jika cuaca berangin tentu akan semakin parah dan yang menjadi korban adalah seluruh masyarakat.

Ditambahkan, kawasan hutan dan lahan perkebunan warga di Abdya memang sangat rawan terjadinya bencana kebakaran, terutama disaat memasuki musim kemarau. Ada beberapa kecamatan yang dianggap rawan terjadinya kebakaran hutan dan lahan, seperti di Kecamatan Babahrot dan Kuala Batee yang hampir setiap musim panas selalu dilanda kebakaran. Dimana dalam kawasan kecamatan tersebut terdapat ribuan hektare kawasan hutan lindung serta perkebunan rakyat. Jika titik api muncul, dengan mudah lahan tersebut terbakar dan merembes ke lokasi lain yang juga mengancam pemukiman warga setempat.

Selain itu masyarakat secara bersama-sama ikut bertanggungjawab dalam menjaga kualitas udara yang dihirup. Dimusim kemarau yang saat ini masih melanda, tentu dapat berpotensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Hal tersebut sangat berbahaya bagi kesehatan, sehingga diperlukan kesadaran dari seluruh kalangan masyarakat agar tidak membakar lahan dan hutan.

“Bagi masyarakat yang akan membuka lahan perkebunan jangan lakukan pembakaran. Hal inilah yang terus kami ingatkan, agar tidak ada upaya pembakaran lahan maupun hutan, karena tindakan itu sangat berbahaya,” imbuhnya.(ag)