Animo Warga Abdya Jadi Peserta BPJS Kesehatan Tinggi

Animo Warga Abdya Jadi Peserta BPJS Kesehatan Tinggi
Kepala BPJS Kesehatan Abdya, Yumiarti

BLANGPIDIE-Animo warga Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) untuk menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan tetap tinggi. Hal tersebut dibuktikan dengan jumlah warga yang tercatat sebagai peserta sejak tahun 2019, 2020 termasuk awal tahun 2021yang mencapai 95 peresen lebih.

Kepala BPJS Kesehatan Abdya, Yumiarti kepada wartawan, Jumat (5/3/2021) menyebutkan, hingga Desember tahun 2019 tercatat sebanyak 145.647 warga yang telah menjadi peserta BPJS Kesehatan dari jumlah penduduk 152.248 jiwa atau sekitar 95,7 persen. Untuk tahun 2020 tercatat sebanyak 146.011 sebagai peserta dari jumlah penduduk 152,949 jiwa atau sekitar 95,5 persen. Bahkan di bulan Januari 2021 angka kepesertaan warga Abdya dalam BPJS Kesehatan masih terbilang tinggi yakni sekitar 95,7 persen atau sebanyak 146.343 warga dari jumlah penduduk sebanyak 152.949 jiwa.

Tingginya jumlah peserta tersebut tidak terlepas dari tingkat kesadaran masyarakat akan pentingnya mengikuti program BPJS Kesehatan. Tingginya animo masyarakat untuk menjadi peserta BPJS juga dilatarbelakangi kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan serta tingkat pemahaman yang relatif  bagus.

Menurutnya, sejauh ini tingkat kesadaran warga Abdya untuk menjadi peserta BPJS Kesehatan terbilang sangat baik dan memuaskan. Hal itu menunjukan, kebutuhan layanan kesehatan merupakan salah satu hal yang penting dan diutamakan oleh warga. Selama ini berbagai upaya dilakukan pihaknya untuk meyakinkan dan memberikan pemahaman kepada warga akan pentingnya menjadi peserta BPJS Kesehatan, terlebih Provinsi Aceh melalui program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) akan terus hadir untuk memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat Aceh.

“Turun langsung ke lapangan menjumpai warga telah kami lakukan guna menanyakan keluhan masyarakat sehingga mereka belum bisa menjadi peserta. Kami juga memfasilitasi seluruh warga Abdya agar bisa mendaftar dengan mudah. Alhamdulillah upaya tersebut berhasil dan keluhan warga termasuk persepsi yang selama ini berkembang hingga mereka enggan mengurus BPJS bisa teratasi dengan baik,” paparnya.

Dia juga mengingatkan bagi warga yang belum tercatat sebagai peserta BPJS Kesehatan, agar segera mendaftarkan diri, sehingga jika nantinya warga tersebut sakit, mereka akan mudah mendapatkan layanan kesehatan.

“Jangan sampai saat sedang sakit baru teringat untuk mengurus BPJS Kesehatan, hal itu sangat fatal dan bisa menghambat proses layanan kesehatan. Uruslah BPJS Kesehatan itu sejak dini, agar pelayanan kesehatan yang diperoleh memuaskan. Selama ini, masih muncul persepsi di masyarakat baru akan mengurus BPJS jika sakit. Persepsi itu harus dihilangkan, karena hadirnya BPJS Kesehatan untuk membantu warga mendapatkan layanan  kesehatan,” imbuhnya.(ag)