Personel Kodim 0110/Abdya Mendapatkan Vaksin Sinovac

Personel Kodim 0110/Abdya Mendapatkan Vaksin Sinovac
Foto: analisisnews.com/agus VAKSIN:Personel TNI di jajaran Kodim 0110/Abdya menerima suntikan vaksin sinovac yang dipusatkan di Makodim setempat, Selasa (9/3/2021).

BLANGPIDIE-Sebanyak 120 personel TNI di jajaran Kodim 0110/Aceh Barat Daya (Abdya), Selasa (9/3/2021) mendapatkan vaksin sinovac Covid-19. Penyuntikan vaksin tersebut dipusatkan di Makodim setempat yang turut disaksikan Dandim 0110/Abdya Letkol Ifn Arip Subagiyo dan Kepala Dinas Kesehatan, Safliati SST Mkes.

Dandim 0110/Abdya Letkol Ifn Arip Subagiyo dalam kesempatan itu mengatakan, prosesi penyuntikan vaksin untuk seluruh personel berjalan dengan lancar, bahkan para personel terlihat antusias mengikuti setiap proses yang dilalui sebelum mendapatkan vaksin dimaksud.

“Proses pemberian vaksin itu melibatkan pihak Dinas Kesehatan, para dokter dan perawat dari rumah sakit dan Puskesmas,” paparnya.

Sejauh ini, pihaknya akan terus mendukung pelaksanaan vaksin dimaksud. Dimana untuk tahap pertama mulai dari unsur forum komunikasi pimpinan kabupaten (Forkompimkab) dan untuk tenaga kesehatan telah berhasil dilaksanakan hingga dosis kedua. Begitu juga dengan tahap kedua ini yang mencakup pelayanan publik seperti, TNI, Polri, Kejaksaan, anggota DPRK, PNS, BUMN, termasuk wartawan diharapkan berjalan sesuai dengan harapan hingga mendapatkan vaksin dosis kedua.

“Jangan takut divaksin, hal itu dilakukan untuk kebaikan bersama sehingga bisa terhidar dari bahaya Covid-19,” imbuhnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Abdya, Safliati SST Mkes mengatakan, untuk tahap pertama pemberian vaksin tercatat 1.280 yang telah diberikan untuk dosis pertama dan pada dosis kedua sebanyak 985. Sedangkan untuk pemberiaan vaksin tahap kedua dosis pertama dengan target pemberian yakni pelayanan publik sebanyak 690 dosis. Realisasi awalnya dimulai oleh personel TNI di jajaran Kodim 0110/Abdya, kemudian akan menyusul unsur pelayanan publik lainnya seperti Kejaksaan, Polisi dan seterusnya.

“690 dosis di tahap kedua itu memang belum cukup untuk seluruh pelayanan publik, nanti akan dikirimkan vaksin tambahan. Untuk yang telah mendapatkan vaksin di tahap kedua dosis pertama, nantinya akan dilanjutkan dengan vaksin dosis kedua setelah 14 pasca pemberian dosis pertama,” terangnya.

Lebih lanjut dikatakan, hingga sekarang belum ada yang menolak untuk divaksin Sinovac. Bahkan juga belum ditemukan kendala yang menjadi rintangan untuk realisasi pemberian vaksin itu. Semisal kontraindikasi ringan pasti ada seperti gejala mual, mengantuk dan lainnya. Namun hal itu bisa dicegah dengan melakukan observasi selama 30 menit pasca penyuntikan vaksin.

Dia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersedia divaksin agar mata rantai penyebaran Covid-19 ini terputus.  Hingga saat ini Abdya tidak memiliki  kasus Covid-19, tapi hal itu harus menjadi acuan bagi seluruh kalangan masyarakat, bahwasanya serangan virus itu bisa saja terjadi. Namun hal tersebut bisa dihindari dengan pola hidup sehat, mengenakan masker, menjaga jarak termasuk dengan mengikuti vaksin sinovac.(ag)