Polres Abdya Tangkap Bandar dan Kurir Sabu

Polres Abdya Tangkap Bandar dan Kurir Sabu
Foto: analisisnews.com/agus KETERANGAN PERS: Kabag Ops AKP Haryono (kiri) didampingi Kasat Narkoba Iptu Mahdian Siregar SE (kanan) memberikan keterangan pers terkait penangkapan bandar sabu asal Abdya dan kurir sabu dari Aceh Utara di halaman Mapolres setempat, Rabu (10/3/2021).

BLANGPIDIE-Tim Opsnal Res Narkoba Polres Aceh Barat Daya (Abdya) berhasil menangkap seorang bandar sabu antar kabupaten berinisial RF (43) warga Guhang, Kecamatan Blangpidie, kabupaten setempat.  Dia ditangkap lantaran menyimpan delapan paket sabu siap edar dengan berbagai ukuran di kediamannya, Selasa (9/3/2021) sekira pukul 13.30 WIB. Polisi tidak hanya menangkap RF, namun apara penegak hukum tersebut juga menangkap seorang kurir sabu MD (41) warga Desa Rayeuk Glang Glong, Kecamatan Matangkuli, Kabupaten Aceh Utara.

Kapolres Abdya AKBP Muhammad Nasution SIK melalui Kabag Ops AKP Haryono SE didampingi Kasat Narkoba Iptu Mahdian Siregar SE, Rabu (10/3/2021) menjelaskan, delapan paket sabu dengan berat total 76,11 gram itu, didapat setelah mendalami informasi yang menyatakan adanya transaksi narkoba jenis sabu di tempat kejadian perkara (TKP). Atas dasar informasi itu, Tim Opsnal Res Nakorba Polres Abdya langsung bergerak ke lokasi dan berhasil membekuk seorang bandar sabu antar kabupaten yakni RF bersama dengan seorang kurir yakni MD.

“MD ditangkap saat sedang memakai sabu di rumah RF yang merupakan bandar sabu antar kabupaten asal Abdya. Selain sebagai bandar dan kurir, mereka juga sebagai pemakai dan dibuktikan dengan hasil tes urine,” ujarnya sambil memperlihatkan sejumlah barang bukti yang berhasil diamankan.

Saat melakukan penggeledahan, petugas menemukan satu paket sabu berukuran besar dari dalam lemari tersangka, dua paket ukuran sedang berada di dalam saku tersangka, sementara lima paket sabu berukuran kecil berada disekitar tersangka bersama dengan alat hisap sabu. Tanpa menunggu lama, keduanya tersangka langsung digelandang ke Mapolres untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Bahkan saat penangkapan, keduanya tidak melakukan perlawanan sama sekali. Tidak hanya itu, pihaknya juga telah mengantongi nama-nama konsumen yang sempat membeli barang haram itu dari tangan kedua tersangka. Pihaknya akan terus melakukan pengembangan lanjutan, bahkan tidak tertutup kemungkinan jumlah tersangka akan bertambah.

“Sejumlah identitas konsumen barang haram itu telah diketahui dan kemungkinan besar tersangkanya akan bertambah. Pastinya kasus ini akan kami kembangkan lagi tentu dengan beberapa keterangan dari kedua tersangka. Beberapa paket sabu sudah laku dijual oleh tersangka sebelum dilakukan penangkapan” paparnya.

Ironisnya, kejahatan penyalahgunaan dan peredaran  narkoba jenis sabu yang dilakukan tersangka RF bersama dengan rekannya MD dari Aceh Utara itu bukan  kali pertama. Akan tetapi sudah merupakan kali kedua. Artinya, sebelum tertangkap, mereka pernah berhasil mengedarkan barang haram tersebut dalam kawasan Abdya. Atas perbuatan tersangka itu, RF selaku bandar dikenakan pasal 112 ayat (2) junto pasal 114 (2) Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman kurungan paling lama seumur hidup. Sementara Md selaku kurir akan dikenakan pasal 112 ayat (1) junto pasal 114 ayat (1) dengan ancamam kurungan maksimal 12 tahun. (ag)