Tarmizi Sosok Pemilik Pohon Jengkol Terbaik se-Indonesia

Tarmizi Sosok Pemilik Pohon Jengkol Terbaik se-Indonesia
Foto: Analisisnews.com/agus JENGKOL TERBAIK: Tarmizi warga Desa Kayee Aceh Kecamatan Lembah Sabil, Abdya merupakan sosok petani sukses sekaligus pemilik pohon jengkol terbaik se Indonesia, Senin (15/3/20201).

BLANGPIDIE-Tarmizi (46) warga Desa Kayee Aceh Kecamatan Lembah Sabil Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) merupakan sosok petani sukses dengan segudang prestasi. Sosok pria kelahiran tahun 1975 ini tidak asing lagi dikalangan masyarakat Kecamatan Lembah Sabil, khususnya wilayah Desa Kayee Aceh. Petani yang sudah menggeluti dunia perkebunan sejak puluhan tahun  itu tidak disangka-sangka merupakan pemilik pohon induk tunggal (PIT) Jengkol Unggul Abdya yang sudah menyandang sertifikat jengkol terbaik se-Indonesia.

Kepada wartawan, Senin  (15/3/2021) dia mengaku mulai berminat untuk membudidayakan jengkol sejak tahun 2006 silam, tepatnya di areal perkebunan kawasan Desa Kayee Aceh, Kecamatan Lembah Sabil kabupaten setempat.  Meski dengan modal yang terbilang seadanya, dia mulai menggarap lahan untuk ditanami jengkol dan tanpa disadari telah menumbuhkan tanaman jengkol unggul yang mampu menandingi hasil standar nasional. Pada masa itu, dia menanam jengkol hanya untuk keperluan sehari-hari saja, bukan untuk bisnis.  Namun, seiring berjalannya waktu, tanaman jengkol yang sudah dirawat sejak kecil ini pun memberikan hasil yang maksimal dan menempatkan posisi menjadi pohon jengkol terbaik se-Indonesia dengan hasil panen satu batang jengkol mencapai 700 kilogram lebih dalam sekali panen.

Ditambahkan, pada tahun 2019 lalu, beberapa tim ahli Kementerian Pertanian dan Peneliti Perkebunan dari Bogor pernah beberapa kali turun ke lokasi perkebunan jengkol miliknya untuk melakukan penelitian dan uji sampel hingga final pada akhir tahun 2020.  Hasilnya sangat mengejutkan sekaligus menggembirakan. Melalui serangkaian penelitian, pohon induk tunggal (PIT) ini menjadi yang terbaik dan tiada duanya.

Meski pohon jengkol di kebunnya yang terbaik se-Indonesia, dia merasa itu hanyalah rezeki yang datang dari Allah SWT dan patut untuk disyukuri. Awalnya, banyak masyarakat disekitar Lembah Sabil enggan peduli dengan tanaman jengkol. Bahkan beberapa kali pernah ditawarkan bibit olehnya, namun para pekebun banyak yang mengambilnya hanya untuk ditanami sekitar pagar kebun dalam jumlah yang sedikit. Tapi sekarang sudah jauh berbeda, tanaman jengkol yang dulunya kurang diminati, justru sudah menjelma sebagai tanaman andalan sekaligus menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat.

“Jengkol yang ada di Abdya mulai banyak dikenali dan diminati, apalagi baru-baru ini, Kementerian Pertanian telah menyerahkan sertifikat terbaik melalui Gubernur Aceh kepada Bupati Abdya pada saat peresmian jembatan Krueng Teukuh beberapa waktu lalu di Kuala Batee,” paparnya.

Perlu dikatehui, jengkol Abdya ini tergolong unik dengan dagingnya yang tebal serta cita rasa yang berbeda bila dibandingkan jengkol-jengkol lainnya di Indonesia. Pada dasarnya, jengkol sebelumnya juga ada yang terbaik di Bengkulu. Namun setelah meneliti jengkol di Aceh, nilai terbaik saat ini disandang pula oleh Abdya yang melebihi hasil target standar nasional.

“Kalau hasil penelitian standar nasional 600 kilogram per batang dalam sekali panen. Akan tetapi batang jengkol ditempat saya ini mampu menghasilkan 700 kilogram per batang dalam sekali panen dengan umur antara 6-8 tahun,” paparnya.

Untuk saat ini, di lahan yang dia kelola sendiri,  terdapat sekitar 70 batang jengkol duplikat dari pohon induk tunggal di kebun ini. Belum termasuk dengan satu hamparan tanaman jengkol di kebun-kebun milik tetangga lainnya yang juga memiliki pohon duplikat jengkol tersebut. Dia berharap kedepannya, bibit jengkol Abdya sudah menyandang sertifikat terbaik ini tidak terputus begitu saja, akan tetapi bisa terus berkembang dan terus menjadi komuditi perkebunan andalan,” demikian tandasnya.

Di lain sisi, Pemkab Abdya di bawah kepemimpinan Bupati Akmal Ibrahim dan Wakilnya Muslizar MT ternyata sangat serius dalam mengembangkan tanaman jengkol di Abdya dan menjadi sumber ekonomi baru warga setempat. Bahkan, karena keunggulannya yang melalui berbagai proses,  jengkol Abdya itu sudah dipatenkan dan mengantongi lisensi dari pemerintah pusat yakni Kementerian Pertanian. Saat ini permintaan jengkol sangatlah tinggi, bahkan jengkol sudah menjadi menu khas dan hidangan favorit di beberapa rumah makan baik di dalam maupun luar Provinsi Aceh.(ag)