Terlambat Sahkan APBK, Pemkab Simeulue Terancam Sanksi dari Kemendagri

SINABANG – Akibat terlambatnya pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) Kabupaten Simeulue Tahun Anggaran 2021, Pemerintah Daerah bersama Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) setempat terancam menerima sanksi administratif dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Anggota DPRK Simeulue Ihya Ullumuddin mengatakan jika merujuk pada peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 64 Tahun 2020 Sanksi itu berupa tidak dibayarnya Gaji Bupati, Wakil Bupati Simeulue dan Anggota DPRD selama 6 bulan.

“Minggu kemarin tim inspektorat provinsi Aceh, sudah ke DPRK dan kita sudah jelaskan semua kepada mereka,” ujar Ihya Ullumuddin seperti dilansir TIMES Indonesia, Selasa, (16/3/2021).

Ihya menjelaskan seharusnya pengesahan APBD atau APBK Simeulue tahun Anggaran 2021 dilakukan pada Tanggal 31 November 2020 tahun lalu.

Namun dikarenakan Tim Anggaran Pemerintah Kabupaten (TAPK) terlambat menyerahkan dokumen KUA dan PPAS ke DPRK Simeulue sehingga pembahasan dan penetapan Anggaran baru bisa dilaksanakan pada 30 Januari lalu.

“Harusnya Tim TAPK menyerahkan dokumen KUA dan PPAS ke DPRK pada minggu ke dua bulan Juli tahun 2020. Namun dokumen itu diserahkan ke DPRK pada tanggal 20 Oktober 2020,” ujar Ihya.

Ihya juga belum dapat memastikan apakah Lembaga DPRK Simeulue akan terkena sanksi Kemendagri atas terlambat nya pembahasan APBK Simeulue Tahun Anggaran 2021. “Belum dapat kita pastikan apakah DPRK Simeulue juga terkena sanksi,” katanya.

Ihya mengungkapkan, jika merujuk pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 64 Tahun 2020 pada Butir D angka 16 Tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2021 menjelaskan bahwa sanksi tidak dapat dikenakan kepada Anggota DPRD apabila keterlambatan persetujuan bersama terhadap Rancangan Peraturan Daerah Tentang APBD disebabkan oleh Kepala Daerah terlambat menyampaikan Rancangan
Peraturan Daerah Tentang APBD Kepada DPRD dari tahapan dan Jadwal sebagai mana yang tercantum dalam TABLE EMPAT. (timesindonesia/red/bar)