Disayangkan, Wisata Air Terjun Tansaran Bidin Bener Meriah Terbengkalai

REDELONG – Kondisi wisata Air Terjun Tansaran Bidin Kabupaten Bener Meriah saat ini tidak terawat dan terbengkalai sejak pemerintah menutup izin dibukanya wisata ini pada Maret 2020 lalu karena pandemi Covid 19 hingga sekarang.

Kondisi ini diketahui saat awak media ini hendak menuju ke lokasi wisata tersebut, namun ditengah jalan tampak jalan akses menuju air tersjun ini bersemak belukar dan sulit untuk dilalui pengunjung.

Reje Kampung Tansaran Bidin, Nasib saat ditemui analisisnews.com pada 20 Maret 2021 lalu menyampaikan, dirinya membenarkan bahwa wisata tersebut benar tidak dirawat dan didiamkan sementara waktu karena masih Covid 19.

“Wisata ini belum izin dibuka oleh pemerintah, sampai sekarang suratnya belum dicabut izin.Untuk pengunjung ada, namun tanpa pengawasan atau tidak dijaga, karena kita memang belum ada ijin buka ekowisata,” ujar Reje Kampung Tansaran Bidin, Nasib.

Dikatakan, saat ini wisata tersebut belum sempat tersentuh bangunan sedikitpun dari masyarakat dan dirinya mengkhawatirkan jika pun nanti ambil untuk parkir takut disebut pungli.

“Intinya belum kita buka lah, tetap kalau ada sepanduk disitu sudah terbang kan. namun tidak lama juga  memang kita belum ada izin untuk buka ekowisata,” tandasnya.

Disampaikan, pernah sebelumnya sebanyak dua kali anggaran desa Tansaran Bidin tersebut akan diwacanakan untuk pembangunan objek wisata itu namun karena Covid hingga anggaran tersebut akhirnya tidak jadi.

“Pengolahannya itu terbentur dengan Covid 19 ini, jadi dua kali kita anggarkan kesitu untuk bangunan memang gagal terus. Yang pertama karena Covid, yang kedua karena perubahan-perubahan ditengah jalan ya.”

Jika ekowisata ini dibuka, kedepan Reje Kampung bersama masyarakat akan menganggarkan kembali sebagian dana desa setempat untuk pembangunan-pembangunan disana yang telah dipetakan.

Sementara itu, objek wisata Air Terjun Tansaran Bidin Kabupaten Bener Meriah ini merupakan peraih juara pertama “Surga Yang Tersembunyi Terpopuler” Anugerah Pesona Indonesia (API) pada 22 November 2019 lalu di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Jakarta, yang langsung diterima oleh Sekda Bener Meriah, Haili Yoga Msi mewakili Bupati Bener Meriah.

Sampai saat ini, Tropi Anugrah Pesona Indonesia (API) itu masih belum dilihat oleh masyarakat dan menambah rasa penasaran seperti apa model dan bentuknya.

Melalui media ini, Reje Kampung Tansaran Bidin menyampaikan, masyarakat juga berkeinginan untuk memiliki anugrah tersebut.

“Cuma sampe sekarang kita tidak tau bagaimana bentuk tropinya kek mana, piagamnya itu kek mana, belum tau. Memang sudah disampaikan Sekda dulu bahwa Tansaran Bidin itu menang nominasi, Cuma kita tidak tau piagamnya itu modelnya kayak apa, sudah ditembusi juga ke kabupaten sudah, saya intinya gak minta yang asli, saya minta duplikatnya sebagai bukti bahwa kita pernah memenangkan nominasi seperti itu, tapi sampai sekarang belum,” harap Nasib mewakili masyarakat setempat.

Dihari yang sama pula, selain Tansaran Bidin yang terbengkalai beberapa wisata lainnya di Bener Meriah juga tidak terawat sama sekali seperti Bur Temun (Bur BM) Bale Redelong Bener Meriah. (Junaidi Delung)