Gallery An-Nahla, Usaha Online Milenial Ala Maulanda

Gallery An-Nahla, Usaha Online Milenial Ala Maulanda
Analisisnews.com/Junaidi. Gallery An-Nahla di Longbata, Banda Aceh. Selasa (23/03/2021).

BANDA ACEH – Gallery An-Nahla merupakan salah satu Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Banda Aceh yang menjual segala aksessories seperti pakaian wanita, sepatu, sandal dan sebagainya. 

Dikabarkan, usaha yang dikelola Uti (23) ini tengah trending saat ini lantaran karena suksesnya penjualan yang dilakukan melalui online. Jika dilihat dari luar gedung tempatnya menjual, usaha ini memang tidak besar dan tampak sederhana saja. Namun disamping itu ternyata mampu menjangkau pasaran yang luas di seluruh Aceh dengan memanfaatkan jaringan internet secara online melalui Facebook.

Gallery An-Nahla ini adalah pecah belah dari An-Nahla Shop, yang merupakan pusat utamanya. An-Nahla Shop ini tidak jauh dari Galerry An-Nahla berada, melainkan juga tampak dari depan toko Gallery An-Nahla tepatnya di depan masjid Jamik Loeng Bata Banda Aceh.

“Kalau An-Nahla Galery ini cabangnya An-Nahla Shop, pecah belahnya disana dan itu yang menjadi pusatnya,” kata Uti, pemilik Gallery An-Nahla, Selasa (23/03/2021).

Uti atau akrab sapaannya dengan sebutan Maulanda (23) ini menyampaikan, An-Nahla Shop didirikan pada tahun 2016 lalu oleh sang kakak iparnya. Usaha tersebut awalnya merupakan usaha keluarga, namun seiring berkembangnya waktu akhirnya Na-Nahla Shop ini dipecah lagi secara terpisah yang tersebar di beberapa tempat di Banda Aceh. Pecahannya ini menjual usaha yang berbeda-beda seperti menjual aksessories di Gallery An-Nahla dan kosmetik di An-Nahla House.

Perempuan kelahiran tahun 97 ini telah mengembangkan usahanya berbasis online. Uti menyelesaikan kuliah di salah satu universitas di Bandung dengan jurusan ilmu komunikasi dan tamat tahun 2019. Sejak selesai kuliah, dirinya fokus dan kemudian mengembangkan usaha keluarga tersebut dengan menjual beragam aksesories.

Diketahui, awalnya An-Nahla Galery ini merupakan usaha kecil-kecilan namun kemudian berkembang dengan cara mempromosikan dengan iklan dan promosi lainnya seperti Facebook hingga lahir beberapa pecahan baru. 

“Awalnya usaha kecil-kecilan sampai bisa kita promosikan lewat Facebook. Jadi dengan kita alokasi iklankan sampai Alhamdulillah seluruh Aceh tahu an-Nahla shop ini. Jadi udah terbentuk itu dua tahun baru kita buka anak-anaknya, salah satunya galery An-Nahla sama An-Nahla House. Jadi kita itu beda-beda jualannya pecah belah, ada aksessoris terus sama kosmetik,” jelas Uti.

Saat ditanyai kenapa berpikiran untuk menjual aksessories, Uti menyampaikan bahwa sebelumnya memang tidak kepikiran namun permintaan dari agen dan reseller, “Sebenarnya itu kebutuhan reseller sama agen kita, jadi menurut permintaan pelanggan-pelanggan kita, sebenarnya enggak kepikiran buka eksessoris, karena kebanyakan masukan buka aksesories lah atas dasar itu baru kita bukain kayak gini,” tandas mahasiswa Ilmu Komunikasi tersebut.

Sementara itu, saat ini jangkakauan pasaran dari Gallery An-Nahla ini memang hanya di seluruh Aceh, akan tetapi induknya An-Nahla Shop itu pasarannya telah menjangkau seluruh Aceh dan Medan, Sumatera Utara.

“Kita lebih mengutamakan sistem online daripada offline. Namun tidak menutup kemungkinan yang mau belanja offline dipersilahkan, namun yang menjadi fokus utama adalah secara online,” jelasnya kepada media ini.

Disamping itu, meskipun sebelumnya sempat dilanda pandemi covid 19, namun tidak menjadi halangan bagi Gallery An-Nahla untuk terus melakukan penjualan. Menurutnya semakin hari pandemi juga semakin membaik, untuk peningkatan penjualan juga semakin membaik, tegasnya.

Berbicara masalah omset, Uti menjelaskan bahwa bulan April ini Gallery An-Nahla tepat satu tahunnya.

“Kebetulan Galery An-Nahla ini di bulan empat ini pas setahun. Jadi kalau misalnya omset perbulan Alhamdulillah sangat cukup,”ungkapnya dengan bahagia.

Sebagai pemilik Gallery tersebut, kedepan Uti berpikiran bahwa kalau cabang memang belum dia pikirkan sama sekali, namun lebih dari itu jika semakin lama semakin banyak peminatnya pihaknya akan lebih memperluas sistem online saja.

“Kalau offline itu khusus untuk orang-orang yang lebih dekat jangkauannya dirumah keg gitu. Kalau mau datang silahkan, tapi kita lebih mengutamakan online. Dan kedepan akan diperluas lagi, insyaAllah,” harapnya.

Saat ditanyai filosofi kenapa membuat brand dengan Gallery An-Nahla, Uti menjawab bahwa itu bagian dari do’a. Menurutnya An-Nahla itu memiliki filosofi yang menarik jika dilihat dari segi fungsi dan kabar dalam Islam, yang berarti lebah.

“Kenapa namanya An-Nahla, karena di dalam bahasa Arab An-Nahla itu kan lebah, dan lebah itu yang sebenarnya membawa rejeki. Jadi kenapa kita mengambil an-Nahla itu sebagai simbul tempat kita jualan. Bagian umumnya adalah bagian dari do’a dan membawa rejeki,” jawab Maulanda dengan senyuman. 

Perkembangan usahanya tersebut, sejauh ini tidak pernah melibatkan bantuan dari pemerintah kota maupun Aceh, melainkan berdiri sendiri. “Jadi kita sempat menjadi perbincangan juga, tapi memang kita ini usaha keluarga jadi kita berdiri di kaki kita sendiri, jadi kita enggak ada sangkut paut diluar.” Demikian Uti. (Junaidi Delung)